Petani Pemalang Puji Kesigapan Ganjar Atasi Pupuk

Spread the love

Meski sedang cuti, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo tetap bekerja menyelesaikan satu persatu masalah rakyatnya. Salah satunya persoalan pupuk untuk petani jagung di Pemalang yang langsung selesai setelah Ganjar menelepon Menteri Pertanian Amran Sulaiman.

Petani jagung asal Kalijene, Randudongkal, Pemalang, Suratmi memberi acungan jempol untuk Ganjar Pranowo. Dia mengaku salut karena kerja cepat Ganjar dalam merespon persoalan warga, khususnya petani.

Suratmi yang mengadu karena kesulitan mendapat pupuk saat Ganjar kunjungan dua hari lalu, mengatakan kaget dengan cara Ganjar mengatasi persoalan. “Lha itu pak Ganjar langsung telepon ke pejabat-pejabat tanya soal pupuk. Bahkan yang terakhir telepon ke Menteri Pertanian. Masak ya cuma gara-gara saya tanya soal pupuk, sampai ke menteri,” ucapnya, Rabu (14/3/2018).

Dia menilai Ganjar pantas menjadi pemimpin karena cepat bertindak saat ada keluhan rakyat. “Tidak usah berbelit-belit, tidak usah putar-putar. Kalau saya ya butuhnya ada pupuk, pupuk tersedia saat mau nanam. Jadi tidak bingung,” paparnya.

Suratmi menegaskan tidak mempermasalahkan soal program Kartu Tani, karena baginya yang terpenting adalah ada pupuk. “Kalau untuk kebaikan, ya dicoba aja. Saya tidak protes soal Kartu Tani, saya hanya butuh jaminan pupuk ada,” tegasnya.

Setelah ada telepon Ganjar ke Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, lanjutnya, pasokan pupuk langsung datang pada sore harinya. “Ada itu pupuk datang pukul empat sore. Soal distribusi masing menunggu surat-surat, tapi yang penting ada dulu,” kata Suratmi.

Sebelumnya, Ganjar memboncengkan Suratmi menggunakan sepeda motor mencari pupuk di Pemalang. Dari penjelasan, diketahui permasalahan sulitnya mencari pupuk karena suplai tidak sesuai dengan RDKK. Distribusi urea hanya 90 persen, SP 36 48 persen, NPK Phonska dan ZA juga tidak sesuai RDKK.

Mengetahui persoalan tersebut, Ganjar menelepon Menteri Pertanian yang kemudian menyambungkan ke PT Pupuk Indonesia. Petani seperti Suratmi pun akhirnya mendapatkan pupuk untuk jagungnya yang baru mulai ditanam.