Penambangan Kawasan Karst Ditertibkan

Spread the love

GROBOGAN- Pemprov Jateng terus melakukan penertiban penambangan galian C ilegal di Desa Terkesi, Kecamatan Klambu, Kabupaten Grobogan, kemarin.

Kawasan tersebut dilarang untuk tambang karena termasuk dalam Kawasan karst Sukolilo. Dalam penertiban yang dilakukan sekitar pukul 14.00 tersebut, dua alat berat yang digunakan untuk menggali bukit padas itu disita. Saat penertiban di lahan sekitar dua hektare itu sejumlah penambang juga diamankan. Sementara supir truk dan kendaraannya berhasil kabur.

Gubernur Ganjar Pranowo mengatakan, galian C Terkesi belum memiliki izin dan telah melakukan penambangan sejak empat bulan lalu. ”Saya tidak melarang. Tapi silakan urus izinnya. Kalau legal, menambang kan juga tenang,” kata Ganjar di lokasi penambangan. Dirinya meminta Polres Grobogan untuk menindaklanjuti pelanggaran tersebut.

Tujuannya, menegakkan peraturan dan untuk memberikan efek jera pada penambang lainnya. Ganjar juga sempat berbincang pada penambang yang ketangkap basah. ”Tambang ini sepengetahuan sampean ada izinnya tidak?” kata Ganjar kepada dua operator bernama Imam dan Supri itu. ”Setahu kami tidak ada Pak. Tapi kami ya asal bekerja saja Pak,” kata Imam.

Ditutup Police Line

Kepala Dinas ESDM Jateng Teguh Dwi Paryono mengatakan, wilayah tersebut dilarang untuk tambang karena termasuk dalam kawasan karst Sukolilo. Di wilayah itu terdapat tambang di beberapa titik. Namun, hanya satu yang menggunakan alat berat. ”Lainnya tambang manual, makanya kami tertibkan yang besar dulu di sini,” katanya.

Begitu dirazia, tambang ilegal itu ditutup dengan police line. Pemiliknya dipanggil dan diminta mengajukan izin pertambangan. Izin terdiri atas tiga bagian, yakni Izin wilayah usaha, izin eksplorasi, dan izin usaha produksi (IUP). ”Izin pertambangan tidak dikenai biaya, gratis,” kata Teguh.

Setelah UU No 23 Tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah diterapkan akhir 2014, Pemprov Jateng melalui Dinas ESDM telah menertibkan galian C ilegal di sejumlah wilayah, diantaranya Kota Semarang, Brebes, Tegal, Wonosobo, Batang, Banyumas, dan terakhir di Grobogan pada Rabu (6/5).

Sementara itu, Kapolres Grobogan AKBP Indra Darmawan Iriyanto mengatakan, dalam razia itu dua alat berat langsung diamankan sebagai barang bukti. Selanjutnya, para penambang akan dimintai keterangan lebih lanjut. ”Kami akan menindak sesuai dengan pelanggaran yang telah mereka lakukan,” kata Indra. (H81,J8-71)

SUMBER: merdeka.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *