Lihat Jalan Berlubang di Jateng, Adukan ke @ganjarpranowo

Spread the love

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menjanjikan kondisi jalan di wilayah Jateng bebas lubang sebelum Lebaran Idul Fitri tahun 2015. Komitmen itu ditunjukkan lewat program ‘Jateng Tanpa Lubang’ yang dinilai sudah menunjukkan hasil positif.

“Latihan program ini sudah tiga bulan, saya kira sudah cukup. Maka sebelum lebaran seluruh lubang di Jateng sudah tertambal,” ungkap Ganjar di Rumah Kopi, Grobogan, Kamis 6 Mei 2015.

Target bebas lubang jalanan di Jateng, kata Ganjar, penting untuk memastikan keselamatan warga di waktu mudik lebaran. Apalagi jumlah terbesar pemudik adalah mereka berasal dari Jawa Tengah. Oleh karenanya, prioritas penambalan jalan oleh seluruh petugas pengamat jalan menjadi hal pertama yang dilakukan.

“Mereka (pengamat jalan) serius bekerja. Bahkan ada yang mengaku kerja kapanpun. Dan Juni mereka sanggup selesaikan lubang jalan. Maka kita dorong,” kata Ganjar.

Politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan itu menambahkan, target tanpa lubang jalan ini tak akan terwujud tanpa dukungan masyarakat. Sehingga instansinya membangun sistem yang dimulai dari laporan masyarakat serta pengamatan setiap hari oleh petugas.

“Kebetulan petugas komitmen siap membuat suatu group Twitter. Jadi koordinasi tentang kondisi jalan bisa cepat. Masyarakat juga bisa pantau dan melaporkan ke (akun) Twitter saya @ganjarpranowo,” imbuh mantan anggota DPR itu.

Terkait minimnya peralatan yang dimiliki petugas pengamat jalan, Ganjar mengaku siap mengalokasikan dana sisa anggaran infrastruktur dari APBD 2015 ini. Ada dana sekitar Rp100 miliar yang akan langsung dibelanjakan untuk perawatan jalan di sebelum lebaran.

“Ternyata alat mengangkut material dan alat pemadatan yang kurang. Maka saya bilang besok ada penghematan banyak, Bina Marga akan adakan. Nanti kita hitung,” jelasnya.

Meski demikian, penambalan jalan sebelum Lebaran ini berlaku untuk jalan yang sudah dikerjakan. Jadi sejumlah ruas jalan yang masih dalam tahap lelang akan dikerjakan secara terstruktur melalui dana infrastruktur tahun 2016.

“Kalau jalan yang belum buat akan kita siapkan untuk jalan baru di 2016. Agar masyarakat tahu. Tahun depan ruas lebih banyak dan perawatan terus kita tingkatkan,” ujar dia.

Kepala Dinas Bina Marga Jawa Tengah, Bambang NK, menambahkan, terkait pengadaan peralatan bagi petugas pengamat jalan, instansinya dalam waktu dekat akan mengalokasikan dana sisa infrastruktur untuk membeli peralatan penambal jalan. Seperti mobil bak terbuka pengangkut bahan serta alat penting lain.

“Pengadaan mobil pick up ini sebanyak sembilan unit. Itu berapa, murah. Selain itu, kita beli dua unit alat untuk meratakan jalan. Satu unitnya seharga Rp1,5 miliar,” kata Bambang.

SUMBER: viva.co.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *