Diplomasi Kopi Gubernur Ganjar

Spread the love

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo memiliki cara unik dalam merealisasikan berbagai program insfrastrtuktur di wilayahnya. Satu di antaranya melalui program ‘Ngopi Bareng Ganjar’ yang diadakannya bersama sejumlah elemen masyarakat.

Ngopi santai yang sudah terlaksana untuk kali ketiga ini dilakukan dengan jagong bersama yang melibatkan warga di 35 kabupaten/kota. Melalui Ngopi Bareng, Ganjar membuka diri menerima kritik saran dan dialog warga untuk mencari solusi bersama.

Program Ngopi Bareng Gubernur kali ini berlangsung di Rumah Kopi di Purwodadi, Grobogan, Jateng, Kamis 7 Mei 2015. Sekitar 07.00 WIB, Ganjar membuka langsung obrolan yang dihadiri warga dan 70 Pengawas jalan Jawa Tengah di eks Karisedan Pati, Semarang dan Solo itu.

Uniknya, dialog itu berlangsung santai tanpa adanya moderator. Ditemani secangkir kopi sambil lesehan, acara ini berlangsung cair dan tidak kaku. Setiap orang berhak bicara dan menyampaikan pendapatnya di hadapan Gubernur.

“Piye carane dalane awake dewe iki biso apik lan mulus. Saya sudah mengobrol bareng pakar dan anggota DPR. Tahun 2015, dana perbaikan jalan naik. Kira-kira 2 triliun rupiah lebih. Makanya mengobrol ini untuk menjalankan program Jawa Tengah tanpa lubang,” terang Ganjar membuka acara.

Kenaikan dana infrastruktur jalan dan jembatan itu, kata Ganjar, agar berbagai masalah jalan langsung tertangani. Menurutnya, permasalahan jalan di Jateng diakibatkan masalah muatan jalan yang berlebih hingga menyebabkan jalan rusak. Kedua, kualitas jalan yang buruk oleh pelaksana proyek. “Kalau sudah begitu ya sudah, remuk sudah,” imbuh Politisi PDI Perjuangan itu.

Ganjar meminta kepada seluruh elemen pengawas jalan untuk mengamati bersama dan melaporkan kepadanya terkait progres pembangunan jalan di wilayahnya. Inisiatif ini agar permasalahan lubang jalan tak menjadi citra yang terus melekat bagi Jawa Tengah.

Soleh, pengamat jalan Purwodadi-Blora mengaku dirinya mendapatkan tugas memantau dan memelihara sekitar 32 kilometer jalan di wilayah Purwodadi-Blora. Berdasarkan pengamatannya, saat ini jalan di wilayahnya masih terhitung buruk. “Hitungan saya, ada 250 titik berlubang. Ada yang kecil ada yang besar. Bahkan sekitar 30 centimeter lubangnya,” ujar dia.

Selain mengkroscek satu persatu kondisi yang terpantau para pengawas jalan, Ganjar juga menerima langsung penelpon dan SMS dari sejumlah warga Jateng. Rata-rata dari mereka menyampaikan permasalahan kerusakan jalan di daerahnya masing-masing.

Sisi, warga Kota Semarang mengatakan, mengaku jarang menemukan jalan berlubang di wilayahnya. Namun dirinya masih menemukan sejumlah jalan di wilayah Kalibanteng, Semarang, yang masih bergelombang. Kondisi ini akan sangat berbahaya bagi pengendara motor.

Menanggapi itu, Ganjar pun menjawab keluhan warga. Ia meminta kepada seluruh warga untuk mengirimkan bukti konkret kondisi jalan itu kepadanya. “Punya Twitter nggak? Sampeyan foto dikirim ke saya @ganjarpranowo. Nanti saya beresi.”

SUMBER: viva.co.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *