Atikoh

Atikoh : Wanita Bukan hanya Macak, Masak, dan Manak

SOLO–Istri Capres Ganjar Pranowo, Siti Atikoh Supriyanti, berhasil menggoyang emak-emak Solo di Benteng Vastenburg, Solo, Minggu (17/12/2023).

Ribuan perempuan memadati Benteng Vastenburg saat Atikoh berorasi. Atikoh mengatakan, pertemuan dengan perempuan di Solo ini dalam rangka menyambut hari ibu.

“Acara ini digelar untuk menyambut hari ibu, jadi kita harus refleksi juga tentang perjuangan perempuan ketika 1928 di kongres perempuan yang pertama,” ucap Atikoh, Minggu (17/12/2023).

Ia menjelaskan, pada tahun itu perempuan sudah berkontribusi untuk kemerdekaan bangsa dan negara. Pada masa itu perempuan berperan aktif dalam pembangunan dan berjuang dalam pendidikan.

“Tentu ini masih sangat relevan, kalau kita tarik ke tahun 2023 dan 2024, jadi kita sebagai perempuan seluruhnya itu juga terpanggil dan agar bisa berperan aktif,” ujarnya.

Atikoh ditemani oleh puteranya Alam Ganjar dan dikawal oleh Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto. Terlihat juga ketua DPC PDIP Kota Solo FX Rudy. Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka tidak terlihat di acara tersebut.

Dalam orasinya Atikoh menegaskan saat ini kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) masih menjadi pekerjaan rumah yang belum terselesaikan. Menurut Atikoh, perempuan juga harus menjadi bagian dari upaya mencegah KDRT.

“Kemudian PR-PR (pekerjaan rumah) yang lain adalah, bagaimana kita bisa sebagai perempuan berkontribusi untuk pencegahan kekerasan dalam rumah tangga,” kata Atikoh.

Dia kemudian mendorong para kader dan simpatisan PDIP untuk menyayangi dan melindungi perempuan. Adapun perempuan masih masuk dalam kelompok rentan yang kerap menjadi korban kekerasan.

“Kita harus bisa mengedukasi juga bahwa perempuan itu harus disayangi, harus dilindungi,” tutur Atikoh.

Pada kesempatan tersebut, Atikoh juga menolak stigma yang mendudukkan perempuan hanya berperan di bidang domestik yakni, macak (dandan), masak (memasak), dan manak (melahirkan). Tiga hal itu diketahui kerap disebut sebagai upaya domestifikasi perempuan pada masa Orde Baru.

Atikoh menolak perempuan hanya memiliki kedudukan dan fungsi di ranah domestik. Sebab, di berbagai tempat yang ia temui, perempuan memiliki posisi signifikan di dalam keluarga, baik terkait aspek ekonomi maupun pendidikan.

“Perempuan tidak hanya memiliki fungsi 3M macak, masak, manak. Enggak! Tidak!” tegas Atikoh.

“Karena tahun 1998 sudah begitu perjuangannya. Masih banyak yang harus kita lakukan, salah satunya ibu di rumah menjadi madrasah pertama bagi anak,” lanjut dia.

Berdasarkan Catatan Laporan Tahunan (Catahu) Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan (Komnas Perempuan) yang dirilis pada 7 Maret 2023, KDRT masuk dalam kategori kekerasan dalam ranah personal. Sepanjang 2022, setidaknya terdapat 622 kasus kekerasan terhadap istri.

Atikoh di Kota Solo merupakan bagian dari rangkaian kegiatan safari politiknya di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Agenda dimulai dari Semarang, Jawa Tengah dan akan berlanjut di sejumlah kota hingga Rabu (20/12/2023).

__
TribunNews.com

Shares:

Info Terkait

Show Comments (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

5 − 2 =