Sidak di Pasar Wergu Kudus

Pasar Baru Wergu Kudus yang diklaim sudah jadi 100 persen ternyata masih menyisakan masalah. Tembok retak dan lantai keramik pecah nampak bertebaran di gedung pasar seharga Rp 25 miliar tersebut. Sejumlah kerusakan itu ditemukan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo ketika inspeksi mendadak (sidak) di Pasar Baru Wergu, Selasa (14/3). Ganjar nampak kecewa karena anggaran pembangunan pasar itu sebagian berasal dari Bantuan Keuangan Pemprov Jateng.

Dari sidak, tembok yang retak-retak nampak terdapat pada kios pasar nomor 23, 25, 28, 31,32, 35, 36, 119, 133, dan 135. Lantai keramik yang pecah nampak di beberapa bagian baik bagian depan maupun belakang. Gubernur juga sempat mengecek toliet pasar yang nampak sangat kotor. Saluran air dan keran di toilet juga belum terpasang. “Baunya pesing,” kata Ganjar. Ketika Ganjar datang, kondisi pasar masih sepi. Belum nampak aktifitas pedagang karena memang belum semuanya memindahkan dagangannya. sejumlah pedagang nampak sedang bekerja menambahkan pintu dan dasaran untuk persiapan dagangan.

Ganjar mengatakan, tahun 2016 Pemprov memberi bantuan pada Pemkab Kudus untuk revitalisasi tiga pasar tradisional. Yakni Pasar Piji, Pasar Wergu, dan Pasar Jekulo. Pasar Piji, lanjut Ganjar mendapat bantuan provinsi Rp 15 miliar. Sedangkan Pasar Wergu Rp 14,2 miliar. Perbaikan bagian yang rusak, menurut Ganjar harus segera dilakukan sebelum pemindahan pedagang secara resmi. “Harapan saya segera diperbaiki karena pedagang harus dapat fasilitas yang nyaman untuk berdagang,” tegasnya. Pasar Baru di Kelurahan Wergu Wetan itu direncanakan dapat menampung tak kurang dari seribu pedagang. Pasar yang menempati area sekitar 22.000 meter persegi itu akan diproyeksikan sebagai pasar induk atau grosir sayur dan beras