Petani Hadang Rombongan Ganjar

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo melakukan perjalanan dinas ke Kabupaten Demak, Jawa Tengah. Tiba-tiba mobil gubernur Toyota Hiace nopol H-1 itu dihadang tiga petani yang memajang spanduk dengan tulisan berwarna merah.

Peristiwa terjadi saat Ganjar melintas di area persawahan yang masuk wilayah Desa Waru, Kabupaten Demak. Tiga petani itu berada di pinggir jalan dan terlihat jelas dengan spanduk bertuliskan “Pak Gubernur mohon dinormalisasi sungai ini, karena sering banjir”.

Ganjar dan rombongan langsung berhenti dan turun dari mobil. Ia kemudian menghampiri para petani itu dan menanyakan maksud mereka. “Ada apa ini, kenapa kok nulis seperti ini? Banjirnya sejak kapan?” tanya Ganjar.

Salah satu petani, Murodi (64), mengatakan keluhan para perani itu disampaikan karena selama 20 tahun air sering meluap dari sungai hingga ke jalan. Aksi mencegat mobil itu dilakukan setelah mengetahui ada rencana Gubernur akan mengunjungi Demak.

“Mumpung Pak Gub lewat kami nekat nyegat, karena kami tidak tahu mengadu ke mana,” ujar Murodi.

Murodi menjelaskan luapan air kerap menggenangi lahan pertanian dan permukiman setiap kali hujan turun. Air menggenang di dua dusun, yaitu Dusun Waru Krajan dan Waru Kalimas.

“Terakhir banjir dua hari lalu, tingginya bisa sampai 60 sentimeter. Ini baru surut, kami ingin sungainya dinormalisasi,” tandasnya.

Ganjar kemudian melihat kondisi sungai yang mengalami penyempitan. Selain itu, anak sungai dan aliran Sungai Kalimas tertutup bangunan. Ia langsung menghubungi Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) agar sungai segera dinormalisasi. Perangkat desa setempat juga diminta segera melapor ke Dinas Pengendalian Sumber Daya Air Kabupaten Demak.

“Kita tindaklanjuti, hari BBWS akan langsung kirim alat,” tegas Ganjar.

Selain penanganan dari BBWS, Ganjar mengimbau hal yang penting diperhatikan adalah keterlibatan warga merawat sungai agar tidak terjadi penyempitan.

“Yang lebih penting, rakyat ternyata belum tahu harus menyampaikan ke mana. Saya juga minta agar terlibat, minimal peduli dengan lingkungannya,” tandas Ganjar.

Saat ini jika anda lewat Jalan raya Onggorawe-Mranggen akan melihat beberapa alet berat mengeruk sungai. Normalisasi sedang berjalan berkat gerak nekat petani yang menghadang Gubernur Ganjar.