Tinjau Lokasi Banjir di Batang, Warga Minta Kasur ke Ganjar

Spread the love

Semarang – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meinjau lokasi banjir di Desa Karangasem Utara Kecamatan Batang, Kabupaten Batang, Rabu (30/1/2018).

Didampingi Bupati Batang, Winhaji, Kepala BPBD Jateng Sudaryanto, Kepala Bappeda Jateng Prasetyo Aribowo, Kepala Biro Administrasi dan Pembangunan Daerah Setda Provinsi Jateng Dyah Lukisari, dan jajaran Muspida, Ganjar mendatangi warga yang beberapa hari lalu menjadi korban banjir.
Meski hujan mengguyur cukup deras, warga tetap antusias mengerumuni Ganjar dan rombongan. Kepada gubernurnya itu, warga curhat mengenai kondisi mereka.

“Banjirnya dalam pak, kemarin-kemarin tinggi air sampai sedada. Basah semua pak ndak ada yang bisa diselamatkan,” kata Surti (60) warga setempat.

Meski sekarang kondisinya sudah surut, warga masih kesulitan untuk beraktivitas. Bahkan, Surti meminta bantuan kasur kepada Ganjar.

“Pak kasurnya basah semua, ndak bisa tidur pak. Tolong dibantu kasur pak,” ucapnya didukung warga lainnya.

Menanggapi hal itu, Ganjar mengatakan jika yang paling utama adalah kebutuhan pokok. Ia ingin memastikan seluruh korban bencana tidak kekurangan sampai tidak bisa makan.

Kasur mengko sik, nek teles ya dijemur, nek rusak tuku meneh. Sing penting saiki kabeh padha sehat, bisa mangan kabeh. (kasur nanti dulu, kalau basah dijemur, rusak beli lagi, yang penting sekarang semua sehat dan bisa makan semuanya)” ucap mantan anggota DPR RI ini.

Tiba-tiba, ada seorang perempuan yang menyeletuk jika belum makan. Saat ditanya apakah sudah masak atau belum, perempuan bernama Wakini,35, itu mengatakan belum masak karena tidak punya beras.

Sing jujur, nduwe beras tenan ora. Aja ngapusi (yang jujur, punya beras beneran tidak, jangan berbohong),” tanya Ganjar.

Untuk memastikan itu, gubernur mengajak Wakini untuk ke rumahnya. Sesampainya di rumah, Ganjar langsung masuk ke dapur Wakini dan menemukan ada nasi goreng di atas wajan.

“Lha ini ada nasi goreng, kok bilang ndak punya nasi untuk dimakan. Ini kan masih bisa dimakan untuk keluarga. Tolong jujur, jangan mendramatisir saat bencana seperti ini,” kata Ganjar.

 

Tekankan Kejujuran

Menurut Ganjar, kejujuran sangat penting dalam kondisi bencana. Dengan kejujuran, maka masyarakat akan tangguh dalam menghadapi bencana, tidak hanya diam berpangku tangan dan mengharapkan bantuan.

“Setiap bencana pasti semua butuh bantuan, tapi bantuan jangan sampai dijadikan satu persoalan sehingga semua berteriak saya belum. Prinsipnya pemerintah siap. Kalau masih bisa bergerak, masih bisa obah lan mamah, kita harus mengatakan kita mampu,” kata Ganjar.

Masyarakat diminta tidak hanya menunggu bantuan, namun juga bersama-sama bergotong royong membantu sesama. Jika masih ada yang bisa dimanfaatkan, jangan mengatakan tidak ada.

“Sehingga yang benar-benar tidak punya akan kami bantu, akhirnya bantuan-bantuan itu menjadi tepat sasaran,” pungkasnya.

Tak hanya dengan tangan kosong, saat meninjau lokasi banjir itu, Ganjar juga memberikan sejumlah bantuan seperti mie instan, sarung, selimut dan kebutuhan lainnya. Gubernur juga memberikan uang tunai kepada kepala desa untuk digunakan membeli beras dan dibagi kepada warga yang benar-benar membutuhkan.

Penulis : Bw, Humas Jateng

Editor : Ul, Diskominfo Jateng

Foto : Humas Jateng


2019-01-30 04:31:21

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *