Terapkan “5 NG”, Penurunan AKI di Brebes Tertinggi di Jateng

Spread the love

Jalinan penanganan antara Pemprov Jateng dengan Pemkab Brebes berhasil menurunkan angka kematian ibu (AKI). Bahkan tingkat penurunan AKI hamil dan melahirkan di Kabupaten Brebes menjadi yang tertinggi jika dibandingkan dengan kabupaten/kota lainnya di Jawa Tengah.

Gubernur Jawa Tengah menjelaskan bahwa program “5 NG” yakni “Jateng Gayeng Nginceng Wong Meteng” pada dua tahun terakhir berhasil menurunkan AKI dan angka kematian bayi (AKB) kita sekitar 25 persen. “Ternyata di Brebes ketika kita dorong terus menerus, penurunannya tertinggi se-Jateng,” kata Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo di Kabupaten Brebes, kemarin.

Ganjar juga menjelaskan bahwa keberhasilan Kabupaten Brebes dalam menurunkan AKI dan AKB berkat terobosan “one student one client”, yakni setiap mahasiswa akademi kebidanan ditugasi untuk mendampingi satu orang ibu hamil.

Berdasar catatan Pemerintah Kabupaten Brebes, angka kematian ibu melahirkan pada tahun 2016 sebanyak 54 kasus. Setelah implementasi program Jateng Gayeng Nginceng Wong Meteng serta didorong program Brebes Kawal wong Meteng, juga “one student one client”, pada tahun 2017 angka kematian ibu melahirkan per 20 Desember menjadi 30 kasus.

Bupati Brebes Idza Priyanti menambahkan pendampingan terhadap ibu hamil terus dilakukan di wilayah itu dengan melibatkan masyarakat, termasuk PKK dan mahasiswa.

“Kami bahkan memiliki gerakan `Brebes Kawal Wong Meteng`, yang hasilnya kematian ibu melahirkan di Brebes menurun, dari 54 kasus pada 2016 menjadi 30 kasus pada 2017 (per 20 Desember 2017, red.),” ujarnya.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah Yulianto Prabowo memerinci AKI pada 2014 mencapai 711 kasus, kemudian menurun menjadi 619 kasus pada 2015 dan kembali menurun menjadi 602 pada 2016, sedangkan hingga semester I 2017, AKI di Jateng tercatat 227 kasus.

Menurut dia, banyak faktor yang menyebabkan turunnya AKI di Jateng, antara lain meningkatnya kesadaran masyarakat dalam memperhatikan kesehatan ibu dan adanya Gerakan 5 NG yang dicanangkan pemerintah provinsi serta didukung oleh pemerintah kabupaten/kota untuk terus menekan AKI.

Gerakan 5 NG tersebut, kata dia, merupakan gerakan gotong royong yang memanfaatkan seluruh potensi masyarakat mulai dari hulu hingga hilir, yaitu dengan menggerakkan bidan desa dan kader PKK untuk mengedukasi para perempuan sejak prakehamilan, masa kehamilan, persalinan, hingga pascapersalinan.

Yulianto juga menjelaskan, bahwa program tersebut sekaligus mengajak masyarakat lain untuk memberi perhatian khusus pada ibu hamil dan sosialisasi perilaku hidup sehat.