Tasyakuran Warga Jawa Tengah

Spread the love

SEMARANG – Ribuan masyarakat dari berbagai kota dan profesi memenuhi halaman kantor Gubernur Jawa Tengah jalan Pahlawan Semarang, Jumat (7/9) dalam Tasyakuran Warga usai dilantiknya Ganjar Pranowo dan Taj Yasin.

Herry Gemblak (35) salah satunya yang datang jauh-jauh dari Blora ke Semarang. Tidak sendirian, dia mengajak anaknya yang masih duduk di bangku sekolah dasar.

“Tadi pulang sekolah langsung berangkat ke Semarang. Alhamdulilah bisa makan bareng dan foto dengan Pak Ganjar dan Gus Yasin,” katanya.

Selain Heri, hadir pula Himpunan Wanita Disabilitas Jawa Tengah (HWD). Ketua HWD Ninik Winarni mengaku kedatangannya sebagai bentuk syukur atas kembali terpilihnya Ganjar Pranowo memimpin Jawa Tengah.

“Karena Pak Ganjar sangat mengayomi kami kaum difabel. Setiap kami ada acara pasti menyempatkan hadir. Semoga ke depan bisa mendukung upaya memajukan komunitas kami, karena pak Ganjar sangat kebapakan,” katanya.

Halaman kantor Gubernur Jateng memang penuh saat itu. Bahkan 10 ribu porsi makanan yang disiapkan panitia ludes hanya dalam waktu setengah jam. Antusiasme masyarakat semakin tinggi saat disajikan berbagai kesenian berbagai daerah di Jateng. Drumband dari Ponpes Al Anwar Sarang Rembang salah satunya, yang sangat memukau.

Penampilan drumband dari Ponpes milik KH Maimoen Zubair tersebut sekaligus menjadi pengiring saat Ganjar dan Gus Yasin memotong tumpeng. Lantunan terompet yang elegan dan syahdu, membuat suasana hening. Di tengah keheningan itu, salah satu hadirin dibuat kaget oleh karena dipanggil Ganjar untuk menerima potongan tumpeng. Warga tersebut mengenakan kaos ganjar heru.

“ini masih pake kaos ini, berarti pendukung setia sejak 2013,” kata Ganjar.

Sementara itu, Gus Yasin yang dipersilakan Ganjar Pranowo untuk menyampaikan sambutan mengucapkan terimakasih kepada warga Jawa Tengah. Dia juga minta seluruh jajaran Forkopimda untuk bergandeng tangan erat demi kemakmuran masyarakat.

“Saya orang baru terjun di politik, tidak terkenal dan belum tau apa2, diberi kepercayaan ini saya terima kasih. Tanpa dukungan dan bantuan masyarakat saya tidak mungkin. Bersama forkominda mari bersama-sama membuat Jateng semoga lebih maju dan sejahtera. Insyaalah kami tidak akan mengambil uang masyarakat,” katanya.

Sementara itu, Ganjar mengajak seluruh masyarakat Jawa Tengah untuk berangkul kembali untuk membangun Jawa Tengah. Bahkan dia minta “dijewer” jika ternyata menyeleweng.

“Kami minta doa minta dukungan kalau kami berdua keliru jewer. Lima tahun kami bersama pak Heru membangun sistem komunikasi sosmed dan lainnya silakan dipakai terus. Besok kita ketemu bupati dan walikota,” katanya.

Yang kemarin tidak dukung saya, kata Ganjar, tetep terima kasih. Dia pun bersyukur gelaran Pilkada di Jateng kemarin menjadi panutan bagi daerah lain.

“I love u full. Ya selesai ya salaman, emangnya kita perang. Alhamdulillah Jawa jadi contoh juga untuk pilkada yg baik. Maka selanjutnya kita ikhtiar bersama-sama membangun jawa tengah,” katanya.

Untuk memulai pekerjaan selama selama lima tahun ke depan, Ganjar ingin memulai dengan hal baik. Yang dia harapkan kebaikan itu akan mengular meski bakal menghadapi Pilpres.

“Saya ingin mulai dengan solawatan maka Jateng Bershalawat lagi mulai malam ini. Saya ingin jateng adem ayem. Apalagi akan Pilpres, tonjolkan dua calon yg baik-baik. Jangan elek-eleke tok. Yang baik jadi ini Indonesia punya harapan ke depan,” katanya.