Tak Dapat “Dilan”, “Ganjar” pun Jadi

Spread the love

Purbalingga – Acara Musrenbangwil se-Eks Karesidenan Banyumas berlangsung gayeng di Pendapa Purbalingga, Selasa (12/3/2019). Berbagai persoalan dan usulan disampaikan dengan suasana yang senang dan penuh dengan tawa.

Cara Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo memimpin Musrenbang memang khas. Ganjar mampu membuat suasana Musrenbang menjadi sarana dialog yang santai, menyenangkan dan tak tegang sedikitpun.

Berbagai usulan ditampung dalam kesempatan itu, mulai dari usulan masing-masing bupati se-Eks Karesidenan Banyumas, usulan perwakilan penyandang disabilitas, perwakilan perempuan dan forum anak. Selain itu, usulan-usulan dari masyarakat luas juga ditampung dengan baik.

Salah satu yang bikin ger-geran adalah ketika perwakilan anak menyampaikan aspirasinya. Seorang pelajar bernama Novia Putri Azzahra dalam kesempatan itu, mengusulkan adanya moda transportasi umum yang masuk ke sekolah-sekolah.

“Kalau bisa keberadaan bus Trans Jateng bisa masuk ke sekolah pak, karena sangat membantu sekali bagi kami yang hendak ke sekolah. Selain itu, juga dapat mengurangi angka kecelakaan lalu lintas dan pelecehan seksual pada anak,” kata dia.

Selain persoalan transportasi, Novia juga mengusulkan dibangun zona selamat sekolah di jalan raya. Sebab, ada beberapa sekolah di Banjarnegara yang terletak di depan jalan utama.

“Membahayakan sekali pak, kendaraannya kencang-kencang. Kami para pelajar takut menyeberang,” tuturnya.

Tak hanya itu, Novia juga mengusulkan adanya toko buku yang komplet di Banjarnegara. Sebab sampai saat ini, para pelajar kesulitan untuk membeli buku karena minimnya toko buku lengkap itu.

Usulan Novia soal toko buku ini menarik perhatian gubernur. Ia kemudian menanyakan, sebenarnya buku apa yang sulit di dapat di Banjarnegara.

“Novel Dilan pak. Saya suka sekali dengan Dilan, penasaran pengin baca novelnya,” jawabnya polos disambut tawa dan tepuk tangan semua hadirin.

Ganjar yang juga ikut tertawa lantas bertanya pada Novia, bahwa jika ada toko buku, akan banyak pembelinya atau tidak. Sebab, mayoritas di toko buku itu banyak yang hanya membaca tapi tidak beli.

“Beli tidak kalau ada toko buku? Kan banyak itu cuma datang terus baca saja. Pulang tidak beli,” canda Ganjar yang juga membuat suasana jadi riuh dengan tawa hadirin.

Tak ingin membuat Novia kecewa, Ganjar kemudian meminta gadis itu menunjukkan handphone-nya. Setelah melihat, Ganjar menerangkan bahwa sebenarnya semua buku yang diinginkan Novia bisa dibeli melalui gawainya itu.

“Sekarang zaman modern, beli apa saja bisa melalui alat yang kamu pegang itu. Wong toko buku saja banyak yang tutup kok, masa disuruh buat toko buku lagi. Sekarang kamu pencet HP-mu, ketik novel Dilan, maka akan muncul toko-toko yang jualan. Kamu bisa beli dari situ,” jawab Ganjar.

Novia pun hanya bisa mengangguk dan tersenyum. Untuk mengobati kekecewaan Novia, Ganjar pun memberikan novelnya kepada Novia.

“Kamu suka novel kan, saya punya novel lho, ini saya kasih. Semoga bisa membuat kamu senang dan semakin rajin,” pungkas Ganjar disambut sumringah Novia.

Novia mengatakan memang sudah lama ingin memiliki novel Dilan. Namun, setelah diberitahu dia dapat memilikinya dengan cara belanja online, Novia menjadi tersipu.

“Ya malu sih, tapi tidak apa-apa. Memang sekarang zamannya online ya, jadi semua bisa dibeli secara online,” ucapnya.

Disinggung soal Novel Ganjar, Novia mengaku sudah lama mengincar novel itu. Dia pernah melihat cover novel yang mengisahkan kisah hidup Ganjar Pranowo, namun belum bisa memilikinya.

“Sekarang dikasih langsung Pak Ganjar, senang sekali rasanya. Sebelum baca novel Dilan, baca dulu novelnya pak Ganjar. Lagian, Pak Ganjar dan Dilan sama-sama gantengnya,” tutupnya sambil tertawa.

Penulis : Bw, Humas Jateng

Editor : Ul, Diskominfo Jateng

Foto : Vi, Humas Jateng

 
2019-03-12 10:03:23

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *