Sukses Efisiensi Penggunaan Anggaran, Jateng Terima Penghargaan dari MenPAN RB

Spread the love

MAKASSAR- Sistem e-planning dan e-budgeting yang diterapkan Pemprov Jateng dan telah terintegrasikan melalui Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) mampu menciptakan efisiensi sebesar Rp 1,2 trilliun pada tahun 201i8. Atas terobosan tersebut, Pemprov Jateng mendapatkan penghargaan karena memperoleh penilaian A dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB).

Penghargaan atas prestasi SAKIP diberikan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Komjen Pol Syafruddin oleh Gubernur Jateng Ganjar Pranowo di Ballroom Hotel Four Points Makassar, Selasa (19/2) siang.

Syafrudin dalam sambutannya menyatakan apresiasinya atas raihan yang diperoleh Provinsi Jawa Tengah.
“Buat Pak Ganjar Pranowo yang saat ini hadir di sini, saya mengucapkan selamat karena Pemprov Jateng akhirnya naik nilainya dari BB menjadi A. Semoga raihan yang dicapai oleh Pemprov Jateng bisa menjadi inspirasi provinsi lain,” kata Syafruddin.

Hasil evaluasi SAKIP Kementerian PANRB terhadap Provinsi Jawa Tengah, yaitu nilai CC (tahun 2010), nilai B (tahun 2011 – 2014), nilai BB (tahun 2015- 2017), dan akhirnya mencapai nilai A (tahun 2018).

“Ini merupakan SAKIP Award yang ketiga. Jateng merupakan satu-satunya provinsi yang mendapat predikat A di wilayah III ini. Namun di wilayah lain, masih ada tiga provinsi lain di Indonesia yang memperoleh nilai A, yaitu Jawa Barat, Jawa Timur, dan Kalimantan Selatan. Sementara posisi puncak dengan nilai AA adalah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Meski demikian, efisiensi anggaran atas penggunaan SAKIP ini paling besar nilai efisiensinya adalah Provinsi Jateng, kemudian nomor duanya baru Yogyakarta,” tambah Syaruffdin.

Seperti diketahui, dengan penggunaan SAKIP tersebut, Pemprov Jateng berhasil memangkas ribuan kegiatan di tahun 2018. Sekitar 80,84 persen kegiatan di Jateng dipangkas, dari yang semula 4.646 kegiatan, hanya menjadi menjadi 890 kegiatan saja. Manfaat atas penerapan SAKIP itu yakni Pemprov Jateng melakukan efisiensi anggaran hingga Rp1,2 triliun di tahun 2018 lalu.

Kepada wartawan saat diwawancara, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menyatakan raihan predikat A sebenarnya bukan sesuatu yang terlalu sulit dicapai. Sebab, menurut Ganjar, Pemprov Jateng sudah memiliki pengalaman tahun sebelumnya, indikator yang jelas, dan raihan provinsi lain yang bisa diserap strateginya.

“Tinggal bagaimana komitmen kita semua untuk bersama-sama memperbaiki akuntabilitas dan kinerja,” kata Ganjar.
Ketika ditanya tentang tingkat efisiensi anggaran Provinsi Jateng sebesar Rp 1,2 trilliun pada tahun 2018 dan dinyatakan paling tinggi dibandingkan provinsi lain, Ganjar menjawab ,”Sebenarnya bukan tidak bagus tingkat efisiensi di provinsi-provinsi lain, tapi mungkin mereka lebih duluan lebih efisien dibandingkan Jateng.”
Ganjar menambahkan, kiat atau cara tepat untuk melakukan efisiensi anggaran adalah mulai dari perencanaan yang baik, mengukur kinerja, memastikan program-program yang dilaksanakan apakan sudah sesuai dengan perencanaan.
“Mengukurnya secara teknis gampang, yaitu apa program yang ada di depan maka dilihat bentuk kegiatan akhirnya apa. Kemudian kita kurangi kegiatan-kegiatan duplikasi, kegiatan tidak yang penting kita kurangi juga dan itu ternyata membuat efisiensi yang tinggi. Kuncinya sebenarnya adalah konsistensi dan rajin memplototi sebuah perencanaan hingga pelaksanaan,” terang Ganjar.
Ganjar menuturkan, penerapan SAKIP di Jawa Tengah memang sangat terasa manfaatnya. Dengan diterapkannya SAKIP, maka terjadi sinkronisasi perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi yang terukur serta akuntabel.
“Dan yang paling penting, SAKIP ini dapat mengurangi kebocoran anggaran. Efisiensi itu bisa kita alihkan untuk anggaran pendidikan, dan kita bisa berikan anggaran yang cukup besar untuk pembangunan sumber daya manusia,” kata Ganjar.
Sementara itu, hampir seluruh kepala daerah kabupaten dan kota di Jawa Tengah juga turut menghadiri SAKIP Award 2018 di Makassar. Seluruh kabupaten/kota di Jateng itu meraih penilaian B pada SAKIP Award 2018. Sementara Kabupaten Banyumas, Cilacap, Wonogiri, dan Kota Pekalongan meraih penilaian atau predikat BB (tingkat di atas BB). (*)