Sidak PPDB, Tiga Menit Ganjar Selesaikan Persoalan Siswa

Spread the love

SURAKARTA – Wajah Rizka Yuliani Nur Fadilah pucat. Ia hanya terduduk lesu kala didekati Gubernur Jateng Ganjar Pranowo. Dengan terbata-bata ia mengadukan pupusnya impian bersekolah di SMAN 1 Surakarta.

Pelan-pelan Ganjar mendengarkan penuturan gadis 15 tahun itu. Ternyata ia tak bisa mendaftar di SMAN 1 Surakarta karena ia sudah pernah mendaftar di sebuah SMKN. Sistem yang terkoneksi online otomatis menolak pendaftarannya.

“Jangankan diterima, mendaftar saja tidak bisa,” kata Rizka.

Ganjar yang mengunjungi SMAN 1 Surakarta Jumat (28/6/2019) meminta panitia PPDB memberi penjelasan. Rizka baru sadar bahwa calon siswa tidak bisa mendaftar dua kali di SMKN dan SMAN. Ia harus memilih salah satu.

“Kalau kamu sekarang memilih SMA maka harus mencabut berkas pendaftaran di SMK,” kata salah seorang panitia PPDB.

Rizka mengaku sangat ingin sekolah di SMAN. Namun ia kehabisan waktu. Ini hari terakhir pendaftaran akun calon siswa dan jam sudah menunjukkan pukuk 14.30. Tidak mungkin dalam setengah jam ia mencabut berkas di SMK kemudian balik lagi ke SMAN 1.

Melihat kesungguhan Rizka, Ganjar pun meminta panitia PPDB membantu. Rupanya tidak butuh waktu lama karena sistem terkoneksi online.
Dalam tiga menit, akun pendaftaran di SMK diblokir dan Rizka bisa mendaftar di SMAN 1.

Alhamdulillah, terima kasih pak Gubernur,” ucap Rizka dengan mata berbinar.

Ganjar mengatakan, persoalan PPDB online tahun ini memang cukup pelik. Sehingga, pemerintah harus ekstra membantu masyarakat agar tidak ada kecemasan.

Ia menerangkan, persiapan untuk PPDB online di Jateng juga tidak hanya hari ini. Persiapan sudah dilakukan sejak jauh-jauh hari.

“Termasuk penyiapan teknologi. Semuanya sudah diuji coba. Contoh teknis tadi ada anak tidak bisa mendaftar ke SMA karena sudah daftar ke SMK. Saya senang, ternyata dengan telepon saja masalah ini selesai. Hanya dalam waktu tiga menit tadi selesai, tanpa harus lari-lari,” kata Ganjar.

Itulah kelebihan sistem online yang diterapkan dalam PPDB tahun ini. Jadi, dia mengimbau kepada masyarakat untuk tidak usah khawatir dan tidak perlu ngantre ke sekolah.

“Ya meskipun pihak sekolah harus tetap mengantisipasi kalau ada masyarakat yang mungkin masih takut atau kurang pede saat mendaftar online. Maka harus ada yang mendampingi dan diberikan ruang untuk bantuan,” tegasnya. (Humas Jateng)


2019-06-29 03:46:21

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *