Setelah Petani, Giliran Nelayan Wadul Mas Ganjar

Spread the love

SEMARANG –

Di hari pertamanya masuk kantor usai dilantik, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo tidak hanya digeruduk petani. Kali ini giliran nelayan asal Rembang yang mengadukan persoalannya.

Sambil membawa hasil tangkapannya sebagai oleh-oleh, sembilan nelayan asal Rembang tersebut mengeluhkan izin tangkap yang masih belum jelas.

“SIPI (surat izin tangkap ikan) belum bisa diperpanjang, karena alasan dari Pak Lalu (Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Tengah) masih menunggu pergub dari gubernur,” kata Supadi, salah satu nelayan di kantor Gubernur Jateng jalan Pahlawan Semarang, Kamis (6/9).

Setelah dikunjungi petani asal Boyolali, giliran rombongan nelayan asal Rembang mendatangi Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo di lobi kantor gubernur, Jalan Pahlawan, Kota Semarang, Kamis (6/9/2018).

Supadi mengatakan Surat Izin Tangkap Ikan yang nelayan pegang telah habis masa berlakunya pada 30 Juni 2018 silam. Untuk itu dia meminta Gubernur untuk memperpanjang surat izin tersebut. Bila nelayan nekat melaut tanpa SIPI, sambung Padi, maka wajib menggunakan solar industri.

“Selisihnya dengan solar subsidi sekitar Rp 4.000. Jatuhnya lebih mahal itu. Jadi kami ingin SIPI segera dituntaskan perpanjangannya, supaya kami bisa pakai solar subsidi,” katanya.

Menerima keluhan nelayan tersebut, Ganjar menjelaskan persoalan pengurusan izin tangkap memang rumit.

“Memang izin ini rumitnya minta ampun. Saya bilang ngopo to kok angel-angel (Kenapa kok susah-susah), kita mempermudah kok. Kata mereka butuh surat gubernur, nek surat tak gawekke (Kalau surat saya buatkan) sehingga bisa cepat-cepat koordinasi dengan pusat,” kata Ganjar.

Selain itu Ganjar mempertegas untuk bahan bakar melaut, jika nelayan tidak memegang SIPI, otomatis tak bisa membeli solar bersubsidi. Maka perpanjangannya harus segera diselesaikan.

“Saya sudah ngomong sama bu Susi (Menteri Kelautan dan Perikanan), gak tau ini kok lama sekali. Kalau perlu tak tunggui sendiri, tak tungguin sendiri, ben ndang dadi (Kalau perlu saya tunggu sendiri, saya tunggu sendiri, supaya segera jadi),” ucap Ganjar.