Serunya Ganjar dan Presiden Jancukers Bicarakan Dana Desa

Spread the love

Ungaran – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo tampil satu panggung dengan Presiden Jancukers, Sudjiwo Tedjo dalam Festival Dana Desa 2018 di GOR Wujil Kabupaten Semarang, Kamis (27/12) malam. Meski membicarakan perihal Dana Desa, namun acara tersebut menjadi ger-geran dan penuh dengan keseruan akibat tingkah lucu Sudjiwo Tedjo dan Ganjar Pranowo.

Tingkah lucu dan menghibur Sudjiwo Tedjo di atas panggung mampu membuat suasana menjadi ceria. Tak mau kalah dengan Sudjiwo, Ganjar juga mengeluarkan joke-joke lucu saat menjawab pertanyaan-pertanyaan dari masyarakat.

Tak hanya soal dana desa, dalam kesempatan itu banyak orang yang bertanya di luar tema. Salah satunya dari Aruni yang bertanya bagaimana kisah Ganjar saat bertemu istrinya, Siti Atikoh.

“Pak, kapan bapak pertama bertemu dengan ibu? Apa kata pertama yang bapak ucapkan,” kata dia.

Sebelum dijawab Ganjar, Sudjiwo Tedjo protes. Menurutnya, pertanyaan itu tidak tepat karena yang dibahas persoalan dana desa.

Iki acara apa tho, wong acara dana desa kok takon soal pacaran,” proses Sudjiwo disambut tawa hadirin.

Mendengar hal itu, Ganjar justru merasa senang dengan masyarakat yang bertanya tidak melulu soal infrastruktur, program kerja dan lain sebagainya.

“Pertanyaan semacam ini sudah biasa Mbah (Sujiwo) bagi saya, jadi jangan heran. Baru tahu ya kalau jadi gubernur itu sulit,” canda Ganjar.

Keseruan-keseruan lain mencuat dalam acara yang juga dihadiri Wakil Bupati Semarang, Ngesti Nugraha, Kajari Semarang, Raharjo Budi Kisnanto dan tamu undangan lainnya. Meski begitu, Ganjar dan Sudjiwo selalu menyisipkan tentang pentingnya penggunaan dana desa untuk kemajuan desa masing-masing.

“Saya minta seluruh kepala desa di Jawa Tengah untuk terus berkreasi dan berinovasi untuk memajukan desa. Apalagi, penerima dana desa terbesar di seluruh Indonesia yakni sebesar Rp6,7 triliun. Sehingga, desa-desa di Jawa Tengah harus menjadi desa-desa paling maju di seluruh nusantara,” ujar mantan anggota DPR RI ini.

Dana desa, lanjut gubernur, diberikan oleh pemerintah sebagai upaya untuk pemerataan kemajuan Indonesia. Dengan dana desa tersebut, diharapkan desa-desa dapat maju dan berkembang.

“Pemerintah hanya memfasilitasi, pengguna dana desa yang bekerja. Saya titip pesan, tolong penggunaan dana desa benar-benar sesuai program, transparan, akuntabel dan bermanfaat. Tolong libatkan masyarakat dan buka ruang informasi publik seluas-luasnya agar masyarakat dapat ikut mengawasi,” sorotnya.

Sementara itu, Sudjiwo Tedjo mengatakan, pembangunan desa harus melibatkan masyarakat, khususnya para sesepuh. Sebab menurutnya, para sesepuh memiliki pengetahuan luas terkait potensi di desanya masing-masing.

“Saya juga pesan, dana desa tolong jangan hanya digunakan untuk pembangunan infrastruktur. Sektor lain seperti peningkatan SDM, olahraga, seni budaya masyarakat khususnya generasi muda,” pintanya.

 

Penulis : Bw, Humas Jateng

Editor : Ul, Diskominfo Jateng

Foto : Humas Jateng


2018-12-28 02:40:46

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *