Sah! Mas Ganjar dan Gus Yasin Menang Pilgub Jateng 2018

Spread the love

SEMARANG – Pasangan calon gubernur – wakil gubernur Jawa Tengah nomor urut 1 Ganjar Pranowo – Taj Yasin Maemoen ditetapkan sebagai pemenang dalam gelaran Pilgub Jateng 2018. Hal tersebut disampaikan Ketua KPU Jawa Tengah Joko Purnomo di Semarang, Selasa (24/7).

Joko Purnomo menjelaskan penetapan tersebut dikeluarkan setelah adanya surat dari Mahkamah Konstitusi bahwa tidak ada perselisihan terkait hasil Pilgub Jateng. “Maka sesuai ketentuan undang-undang, satu hari setelah surat dari MK KPU menetapkan pasangan terpilih,” katanya.

Hal tersebut sesuai dengan
Berita Acara nomor 247/HK.03.1-BA/33/Prov/VII/2018 tentang Penetapan Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Terpilih dalam Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jateng tahun 2018. “Dalam pemilihan kemarin, kata Joko, pasangan nomor urut 1 Ganjar – Yasin berhasil meraih 10.362.694 suara,” katanya.

Selain itu Joko juga menyampaikan dibanding Pilgub 2013 terjadi peningkatan partisipasi pemilih prosentasenya 56,15 persen pada 2013, dan 2018 sebanyak 73,2 persen. “Semua tTidak lepas dari kerja keras semua pihak. Kita ciptakan pilgub sebagai gawe bersama,” katanya.

Menyikapi hasil tersebut, Ganjar Pranowo yang hadir langsung di Aula KPU Jateng didampingi Taj Yasin Maemoen mengucapkan terimakasih pada masyarakat Jawa Tengah. “Setelah ini nunggu jadwal pelantikan yang katanya 17 September,” katanya.

Tugas saya sekarang, kata Ganjar, kembali pada tugas-tugas yang masih tersisa di masa jabatan ini khususnya menyiapkan politik anggaran yang kemarin sudah dibahas. “Dan saya sudah mulai melakukan pengenalan-pengenalan ke Gus Yasin, sehingga dua kali beliau sudah kita ajak untuk mencermati politik anggaran,” kata Ganjar.

Hal tersebut menurut Ganjar penting dilakukan Karena dirinya dan Gus Yasin tidak membentuk tim transisi. “Maka agar apa yang menjadi program kami bisa terakomodasi secepatnya di 2019 ini,” katanya.

Apa yang disampaikan Ganjar diamini pasangannya, Gus Yasin bahwa untuk program, karena satu kesatuan maka pasti terakomodasi. “tidak mungkin tidak masuk. Setelah ini mau istirahat dulu dan mau ukur baju,” katanya sambil berseloroh.