Saat Mas Ganjar Diskusi Deradikalisasi dengan IPNU Jateng

Spread the love

SEMARANG – Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Provinsi Jawa Tengah tengah menggelorkan program deradikalisasi dengan cara masuk ke sekolah-sekolah SMA Negeri di Jawa Tengah. Program itu dilakukan karena kekhawatiran akan banyaknya paham radikal yang masuk di kalangan pelajar SMA.

Hal itu disampaikan Ketua PW IPNU Jateng, Ferial Farhan kepada Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo saat melakukan audiensi di Puri Gedeh, Jumat (28/12). Menurut Farhan, program tersebut dinilai penting untuk menjauhkan generasi muda dari gempuran paham-paham radikalisme.

“Kami sudah memulai di 12 Kabupaten/Kota di Jawa Tengah dan akan terus kami lebarkan hingga ke seluruh SMA di Jawa Tengah ini,” kat dia.

Menurut Farhan, dari pengalaman yang didapatkannya, banyak pelajar SMA yang sudah terjangkit paham-paham radikalisme dan intoleransi. Dari beberapa tes yang dilakukan IPNU, tidak sedikit pelajar di Jateng yang mengidolakan tokoh-tokoh aliran radikal dan sepakat dengan konsep Negara Islam.

“Ini kan berbahaya, jadi kami ingin masuk ke SMA-SMA negeri untuk ikut menyebarkan Islam yang rahmatanlilalamin, sekaligus menjadi bagian dari semua elemen yang berjuang demi keutuhan NKRI,” tegasnya.

Minimnya pengetahuan tentang agama lanjut Farhan menjadi dasar mudahnya paham radikal masuk ke kalangan pelajar di sekolah. Untuk itu, IPNU lanjut dia merasa terpanggil untuk ikut melawan gerakan-gerakan yang dapat merongrong kedaulatan NKRI ini.

“Kami menghadap pak Gubernur untuk meminta arahan agar program yang kami lakukan ini dapat berjalan sukses,” tutupnya.

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo menyambut baik program yang dilakukan oleh IPNU Jateng itu.

“Menurut saya ide ini menarik dan memang sangat dibutuhkan saat ini, dimana gerakan radikalisme begitu massif dan sudah banyak meracuni generasi muda kita,” kata Ganjar.

Pemerintah lanjut Ganjar tidak akan mungkin dapat berjalan sendiri untuk memberangus gerakan anti NKRI tersebut. Untuk itu, dibutuhkan peran dari seluruh elemen masyarakat seperti IPNU dalam membantu pemerintah.

“Apalagi ini IPNU yang tentunya memiliki pemahaman agama yang baik. Saya bersyukur dan sangat mendukung program ini, silahkan dilakukan untuk menyebarkan kebaikan kepada masyarakat,” tambahnya.

Tak lupa, Ganjar juga berpesan kepada pengurus IPNU untuk memanfaatkan kemajuan teknologi dalam upaya gerakan deradikalisasi. Penggunaan medsos lanjut dia sangat penting karena banyak sekali informasi hoaks, ujaran kebencian bahkan radikalisme yang disebarkan melalui media sosial.

“IPNU harus aktif menggunakan medos untuk berdakwah dan mengcounter paham-paham radikal yang marak di media sosial. Jangan takut di bully, karena itu resikonya. Anggap saja bully mu adalah semangatku,” pungkasnya.