Saat Mas Ganjar dapat Bonus Pijat dari Wasiyem di Pasar Bung Karno Wonogiri

Spread the love

Gubernur Jateng nonaktif Ganjar Pranowo mengunjungi Pasar Bung Karno, Baturetno, Wonogiri, Kamis (22/3) pagi. Tidak hanya mendapat sambutan luar biasa, ia juga mendapat bonus pijatan ekslusif dari seorang nenek yang mengidolakannya.

Wasiyem (73) namanya. Nenek 40 tahun itu ternyata sudah sejak pagi berada di Pasar Bung Karno. Ia berada di sana khusus menunggu Ganjar.

“Kemarin (Kamis) ada bu polisi langganan saya, ngasih tahu kalau Pak Ganjar akan datang ke sini (pasar), saya pengen ketemu jadi ya nunggu dari pagi,” katanya dengan bahasa Jawa.

Ketika yang ditunggu tiba, warga Desa Sawahan, Watuagung, Baturetno, Wonogiri itu pun ikut berdesak-desakan mendekat ke arah Ganjar. Begitu mendapat kesempatan, perempuan berkerudung dan tas selempang warna ungu itu langsung menyapa.

“Pak Ganjar,” sapanya sambil menyalami.

“Belanja apa Mbah?,” kata Ganjar.

“Ini Pak, beli minyak urut,” Wasiyem berbinar. Rupanya ia tak menyangka ditanya begitu rupa.

“Mbah keseleo atau ada yang sakit? Kok belinya minyak urut?”.

“Enggak Pak, minyak urut ini untuk memijat, saya tukang pijat,” jawab janda yang memiliki 4 anak, 7 cucu, dan 2 cicit ini.

Ganjar pun kemudian dengan nada setengah bercanda meminta Wasiyem memijat tangannya. Terlihat raut kegembiraan terpancar dari Wasiyem saat mengobrol dan memijat Ganjar.

“Enak pijetane sampeyan mbah. Sakniki pijet bagian ngriki, pundak,” kata Ganjar.

Kedua tangan Wasiyem yang terlihat kriput itu pun dengan cekatan memijat pundak Ganjar. Sekitar lima menit Wasiyem memijat Ganjar sambil ngobrol “ngalor-ngidul”.

Wasiyem ternyata sudah 40 tahun memijat. Pelanggannya banyak sekali dari berbagai kalangan. Dalam sehari ia bisa memijat tiga hingga lima orang.

Calon gubernur nomor urut satu itu juga sempat bertanya penghasilan Wasiyem. “Nggih mboten mesti, kula mboten nate ngarani,” jawabnya.

Ketika diwawancara wartawan, Wasiyem mengungkapkan kegembiraannya lantaran bisa bertemu calon gubernur Jateng nomor urut 1 tersebut.

“Alhamdulilah, orangnya (Ganjar) baik dan peduli kaliyan wong cilik. Kulo remen,” ujar Wasiyem.

Wasiyem merupakan satu di antara ratusan orang yang antusias bertemu dengan Ganjar Pranowo. Para pedagang dan masyarakat yang berada di Pasar Baturetno bisa berinteraksi dengan Ganjar secara langsung.

“Ada yang wadul soal pembelinya sepi, ada pula masukan tentang kebersihan pasar,” kata Ganjar saat ditanya wartawan tentang hasil kunjungannya di Pasar Bung Karno.

Ganjar berpesan supaya penjual dan masyarakat bersama-sama menjaga kebersihan pasar. Ganjar juga mengimbau supaya seluruh pedagang bersedia berjualan di dalam area pasar dan tidak berjualan di luar pasar. “Pasar tradisional harus selalu kita jaga bersama,” terang Ganjar.