Saat Mas Ganjar Belanja Permasalahan di Brebes

Spread the love

BREBES – Suasana meriah terjadi saat Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menggelar acara Ngopi Bareng Mas Ganjar di Kelurahan Songgom Kecamatan Songgom Kabupaten Brebes, Rabu (16/1) malam. Dengan menikmati kopi dan teh, Ganjar mendengarkan curhatan warga Songgom yang sangat antusias.

Beberapa persoalan muncul dalam acara tersebut. Usulan-usulan dan pertanyaan warga beraneka ragam disampaikan kepada Gubernur, mulai persoalan optimalisasi potensi wisata desa, persoalan banjir, pengelolaan dan desa, curhatan honor guru, jalan rusak dan lain sebagainya.

Untuk menjawab sejumlah pertanyaan warga itu, Ganjar secara langsung melibatkan instansi terkait seperti Kepala Dinas dan instansi lainnya seperti Bank Jateng. Beberapa pertanyaan juga diminta Ganjar untuk dijawab langsung oleh Bupati Brebes, Idza Priyanti yang juga hadir dalam kesempatan itu.

Salah satunya dari Maria Dwi Kristanti, warga Songgom. Dalam kesempatan itu, Maria menceritakan tentang potensi wisata berupa Goa Lawa yang ada di wilayah itu.

“Bagaimana cara menjadikan Goa Lawa menjadi objek wisata terkenal pak, kami pengen Goa Lawa jadi destinasi wisata andalan desa kami,” tanya Maria.

Menjawab hal itu, Ganjar dengan santai mengatakan bahwa menjadikan obyek wisata itu sangat mudah. Hanya dibutuhkan kreasi dan inovasi dari masyarakat sekitarnya.

“Silahkan dibersihkan, dibuat semenarik mungkin kemudian dipromosikan melalui media sosial. Silahkan kerjasama dengan pihak-pihak universitas yang bisa ikut mengembangkan potensi wisata tersebut,” jawab Ganjar.

Ada pula pertanyaan dari Jauhari, salah satu petani bawang merah di Brebes. Kepada Ganjar, Jauhari curhat bahwa sedang membuat pabrik pengolahan bawang merah menjadi pasta.

“Ini saya lakukan untuk membantu petani bawang merah agar tidak ada lagi harga anjlok. Namun sayang, sampai sekarang produk saya tidak begitu laku. Ini bagaimana pak?,” tanya dia.

Mendengar pertanyaan itu, Ganjar mengatakan bangga, ada petani yang berpikir kreatif dan menggunakan teknologi. Terkait kesulitan pemasaran, Ganjar kembali mengusulkan pemanfaatan media sosial.

“Media sosial itu alat pemasaran yang sangat luar biasa efektif. Jadi silahkan dimanfaatkan media sosial, kalau perlu kirimkan ke kantor saya, nanti saya beli dan saya promosikan melalui aku. media sosial saya, pasti akan laku keras,” ucapnya.

Suasan cair dan begitu menyenangkan terjadi dalam acara Ngopi Bareng Mas Ganjar tersebut. Hampir semua persoalan langsung dapat dijawab bahkan diselesaikan oleh Ganjar melalui instansi yang hadir dalam kesempatan itu.

Salah satunya ada warga bernama Kuntoro, Ketua Kelompok Tani. Kepada Ganjar, Kuntoro meminta bantuan agar program kredit 25 Bank Jateng bisa diberikan kepada petani. Mendengar itu, Ganjar langsung menjawab bisa dan langsung menemukan Kuntoro dengan pihak Bank Jateng agar segera diurus.

“Saya senang, semua wajahnya gembira dan menyampaikan keluh kesahnya dengan senang. Kami yakin bahwa kami sebagai pemerintah masih banyak kekurangan, cara inilah yang akan kami lakukan untuk berusaha melengkapi kekurangan kami dengan mendengar permasalahan langsung dari masyarakat,” ucap Ganjar.

Ganjar berjanji, kegiatan semacam ini akan rutin ia lakukan selama lima tahun ke depan. Bersama Wakil Bupati Jateng, Taj Yasin Maimoen, Ganjar akan rutin berkeliling ke daerah-daerah di Jawa Tengah guna bersilaturahmi dan mendengar permasalahan langsung dari masyarakat.

“Kami yakin, dengan cara seperti ini semua masalah dapat terselesaikan dengan baik. Beginilah cara kerja kami, jadi kami juga meminta masyarakat dapat berpartisipasi untuk memajukan Jawa Tengah,” pungkasnya.