Ratusan Vespa Iringi Mas Ganjar Buka Pesta Rakyat Jateng

Spread the love

PEMALANG –

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo membuka puncak perayaan HUT Jateng ke-68 di Pantai Widuri, Pemalang, Sabtu (18/8). Dimeriahkan berbagai hiburan dan pameran, ditarget gelaran pesta rakyat tersebut dihadiri 10 ribu pengunjung.

Mengendarai Vespa, Ganjar Pranowo yang memboncengkan istri diiringi konvoi 150 Vespa Pemalang dari Stadion Muchtar menuju Pantai Widuri.

Sekda Jateng Sri Puryono mengatakan Pemalang dipilih sebagai pusat Pesta Rakyat Jateng karena potensi yang dimiliki cukup besar untuk dikembangkan.

“Karena kawasan wisata dengan nilai budaya dan historis yang tinggi, sekaligus menjadi wilayah maritim di Jateng,” katanya.

Dia juga mengatakan acara yang dimulai 18 hingga 20 Agustus itu ditarget dihadiri 10 ribu pengunjung. Untuk menarik minat masyarakat, berbagai hiburan dan pameran industri kreatif disiapkan. Total 27 kelompok kegiatan yang mengusung kearifan lokal, pembangunan daerah dan pembangunan spiritual. Adapula lomba dolanan anak, geguritan dan macapat serta parade kesenian.

“Kita juga undang artis ibukota, Seventen dan Virza. Selain itu, ada juga Salawat Akbar, bersama habib Luthfi dan habib Umar Mutahar. Harapannya masyarakat senang gembira dan terbangun spiritualnya,” katanya.

Pada pembukaan tersebut dihadiri sebagian besar pejabat di Jawa Tengah, dari Bupati dan walikota beserta OPD. Juga dihadiri Konsulat Jenderal Australia Surabaya.

Sementara itu, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo sangat bersyukur dengan penyelenggaraan HUT Jateng tahun ini utamanya karena persiapan Pemkab Pemalang.

“Semua bisa tumplek blek di pantai ini. Pak bupati terimakasih. Pemkab Pemalang sudah mempromosikan kegiatan ini selama sebulan terakhir lewat virtual dan lainnya bahwa di sini ada pesta, pesta rakyat,” katanya.

Bukan hanya di pantai Widuri, keriuhan warga telah dirasakan Ganjar sepanjang perjalanan menuju lokasi. Sambutan dari pelajar hingga masyarakat cukup luar biasa.

“Sepanjang jalan saya naik Vespa sama ibu, dikiranya pacaran,” katanya.

Ganjar mengaku memang sengaja memberi perhatian lebih pada Kabupaten Pemalang. Selain wisata dan budaya, perkembangan teknologi Pemalang sangat luar biasa.

“Pemalang mendapat perhatian secara serius karena berhasil mengembangkan inovasi pelayanan publik, yakni teknologi informasi di tingkat desa, bahkan menang di tingkat internasional di Swiss,” katanya.

Inovasi pelayanan publik memang menjadi keahlian Ganjar, bahkan beberapa waktu lalu dia berhasil membawa Jawa Tengah meraih penghargaan pertama inovasi pelayanan publik tingkat nasional.

“Problem di Jateng tidak dapat diselesaikan tanpa gotong royong. Terimakasih pada Bupati walikota, camat kades, perangkat sehingga problem kemiskinan bisa turun bagus, problem Infrastruktur terselesaikan, problem orang-orang tua yang jompo sakit juga terselesaikan,” katanya.

Sebelum mengakhiri sambutan, Ganjar sempat menantang dua pelajar untuk naik ke panggung dan memberi tantangan. “Apakah di sini ada pelajar yang hafal pembukaan UUD? Ada yang bisa nembang macapat? ,” Kata Ganjar.

Hasilnya, Tiara, siswi SMK 2 PGRI taman dan Fairus, siswa SMP 4 pemalang. Meski sedikit lupa, mereka akhirnya berhasil menunjukkan kemampuannya.

“Bapak ibu, mereka generasi penerus kita, rawat mereka. Meski kita lindungi.
Jangan racuni anak kita dengan narkoba, jangan racuni mereka dengan radikalisme, jangan racuni mereka dengan pornografi,” katanya

Kepada para pelajar Ganjar menjelaskan, pelajaran pertama adalah berani, pelajaran kedua adalah kalau salah kita benarkan, pelajaran ketiga adalah bisa membedakan mana berani mana benar mana salah dan berani memperbaiki.

“Kepada orangtua jangan tekan mereka, kita harus lindungi mereka, kasih pendidikan yang baik, kalau Infrastruktur kurang minta ke gubernur,” katanya.

Ganjar mengaku untuk anggaran Pemprov Jateng ke depan, akan menitik beratkan pada perkembangan sumber daya manusia. Bahkan Untuk perkembangan pendidikan, Ganjar mengaku telah menambahkan anggaran pada tahun 2019.

“Insyaallah tahun depan anggaran pendidikan kita tambah. DPRD sudah menyetujui. Tapi kepada anak-anak belajar dan sekolah yang bener,” katanya.