Putra Putri Mbah Maemoen Kompak Dukung Mas Ganjar-Gus Yasin

Spread the love

“Kami anak-anak KH Maemoen Zubair sudah biasa berbeda pendapat, tapi khusus kali ini karena yang maju adik kami sendiri maka semua bersatu mendukung. Maka jika ada yang mengatakan berbeda, itu oknum yang tidak bisa dipercaya,” Gus Kamil.

Seluruh putra dan putri KH Maemoen Zubair menyatakan kebulatan tekad satu suara mendukung pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dan Taj Yasin pada Pemilihan Gubernur 2018. Pernyataan ini sekaligus menganulir keterangan pengurus PPP Djan Farid bahwa Gus Wafi’ telah menyeberang ke kubu Sudirman Said-Ida Fauziyah.

Pernyataan disampaikan KH Majid Kamil, salah satu putera Mbah Maemoen yang juga Ketua DPC PPP Kabupaten Rembang. “Berita bahwa adik saya Wafi’ mendukung Sudirman Said itu seratus persen salah, karena Wafi’ bahkan tidak datang pada pendaftaran Sudirman Said ke KPU Jateng,” katanya, Kamis (11/1/2017).

Sebelumnya, kencang diberitakan bahwa Sekretaris DPW PPP Jateng kubu Djan, Muchlis, menyatakan Gus Wafi’ mendukung pasangan Sudirman Said-Ida Fauziyah. Hal ini, menurut Gus Kamil, memunculkan opini di masyarakat bahwa keluarga besar KH Maemoen Zubair berselisih karena beda pilihan.

Gus Kamil mengatakan, Gus Wafi’ memang pernah menyatakan mendukung Sudirman Said. Namun hal itu terjadi sebelum ada kepastian Taj Yasin menjadi calon wakil gubernur mendampingi Ganjar Pranowo. Namun setelah KH Maemoen Zubair merestui pasangan Ganjar-Yasin, maka otomatis seluruh keluarga juga kompak mendukung.

“Dan dibuktikan dengan ketidakhadiran Wafi di pendaftaran SS, karena sore tadi Wafi di Sarang sama saya, dia ngimami di musholanya,” katanya.

Kamil meminta seluruh pihak untuk menghormati keputusan keluarga besar KH Maemoen Zubair. Seluruh keluarga, santri, dan alumni Pondok Pesantren Al Anwar sudah mengambil keputusan mendukung Ganjar-Yasin.

“Kami anak-anak KH Maemoen Zubair sudah biasa berbeda pendapat, tapi khusus kali ini karena yang maju adik kami sendiri maka semua bersatu mendukung. Maka jika ada yang mengatakan berbeda, itu oknum yang tidak bisa dipercaya,” tegas Ketua DPRD Kabupaten Rembang itu

Bahkan tidak hanya Wafi, para pengurus DPW PPP Djan Farid pun sudah mendukung Ganjar Yasin. “Haidar, Khotib, Rikza itu semua di DPW Djan Farid, mereka sudah komitmen dukung Yasin,” tukasnya.

Wakil Ketua DPW PPP Jateng kubu Romahurmuzy, Richard, menambahkan, Mahkamah Agung telah menyatakan menolak gugatan kubu Djan Faridz. Maka secara hukum, PPP yang sah adalah versi Romahurmuzy. Otomatis kubu Djan Faridz tidak berhak lagi menggunakan nama dan lambang PPP dalam kegiatan apapun.

“Kalau mereka masih mengatasnamakan PPP, kami akan melaporkan ke pihak berwajib, karena tidak sah,” katanya.

Sedangkan kegiatan Harlah ke-45 PPP di Solo yang diklaim Muchlis dihadiri 10 ribu kader PPP, menurut Richard tidak benar. “Kader yang datang itu ditipu, dalam undangan disebutkan acara akan diisi Gus Wafi’, tapi ternyata diisi orasi Djan Faridz, seketika jamaah kecewa dan membubarkan diri,” katanya.