Program Mas Ganjar Ini Jamin Siswa SMK Lulus Langsung Kerja

Spread the love

SEMARANG – Kurikulum pendidikan di Jawa Tengah terus mengalami pengembangan untuk menghadapi revolusi industri 4.0. Sebagaimana yang diterapkan Pemprov Jateng di SMKN 2 Semarang dengan meluncurkan Edumart Bussines Center, Kamis (25/10) di jalan dr Cipto Semarang.

Perubahan kurikulum pendidikan untuk menghadapi revolusi industri 4.0 memang sudah disampaikan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo saat Musrenbang Regional Jawa-Bali di Yogyakarta 17 Oktober lalu dalam konteks menyiapkan sumber daya manusia sesuai peluang perkembangan industri.

“Maka memasuki revolusi industri 4.0 yang kemarin kita rapatkan di Musrenbang Yogyakarta kemarin maka perbaikan SDMnya seperti ini. Ini akan menemukan antara kebutuhan tenaga kerja dari industri dengan kurikulum yang kita siapkan. Satu sisi kerjasama link and match dengan dunia industri ini mereka bisa mengorder dari awal siswa-siswi yang dimiliki di Jawa Tengah,” kata Ganjar.

Dalam penerapannya, Pemprov Jateng melalui dinas pendidikan menyiapkan kurikulum setelah duduk bareng dengan kalangan industri yang menyampaikan sumber daya manusia seperti apa yang dibutuhkan, utamanya dari lulusan SMK. Sebagaimana yang dimitrakan Pemprov Jateng dengan Alfamart saat meluncurkan Edumart Bussines Center di SMKN 2 Semarang.

“Ketika kemarin banyak catatan SMK kok banyak yang nganggur. Sekarang Alfamart kerjasama dengan kita mendidik siswa-siswi, setiap satu rombongan belajat ada 30, dan mereka pasti akan kerja di Alfamart,” katanya.

Selain menggandeng Alfa Grup, kata Ganjar, beberapa perusahaan juga telah menjalin kemitraan dengan SMK di Jawa Tengah. Perusahaan yang menjadi mitra tersebut menyediakan teaching factory di SMK sebagai tempat praktikum siswa.

“Guru dan sekolah kita minta, ini kan yang bekerja, lalu kalau mereka tidak mendapatkan pekerjaan bagaimana? Kewirausahaan yang mesti dibangun. Tadi saya saya ngobrol dengan siswa, otaknya sudah wirausaha semua. Enterpreneur kurikulumnya mesti ditambah. Mudah-mudahan ini cara yang baik untuk mengantarkan siswa nanti masuk ke dunia kerja,” kata Ganjar.

Edumart Bussines Center (EBC) ini merupakan program Alfa Grup, Kelas Alfamart dan Alfamidi Class. Tri Wasono Sunu, Human Capital Director Alfamart menjelaskan di Indonesia EBC yang telah diluncurkan sebanyak 218.

“Di Jawa Tengah telah 15 EBC di SMK, 13 SMK negeri dan 2 SMK swasta,” katanya.

Siswa jebolan EBC ini nantinya akan 100 persen diterima bekerja di Alfa Grup tanpa seleksi sekaligus memiliki memiliki satu tingkat lebih tinggi dibanding karyawan rekrutmen reguler. Selain itu, ketika di dunia kerja jebolan EBC ini akan terus diikutkan program pengembangan skill.

“Semoga program ini keberlanjutan bagi jurusan daring dan manajemen pemasaran di seluruh Jateng. Semoga bertambah. Sehingga menjadi program yang menguntungkan bagi kami pemerintah dan dunia pendidikan,” katanya.