Program Kemiskinan Ganjar Sukses, Daerah pun Meniru

Spread the love

PURWOKERTO – Upaya penurunan angka kemiskinan di Jateng mulai menunjukan hasil. Provinsi yang dipimpin Ganjar Pranowo itu, berhasil menurunkan jumlah orang miskin sebanyak 63.830 jiwa pada periode Maret-September 2019. Hal itu menjadi jumlah yang tertinggi di Indonesia.

Capaian itu tak lepas dari beberapa program yang diinisiasi oleh Pemprov, satu di antaranya, program “Satu SKPD Satu Desa Binaan”. Karena dinilai berhasil, ada daerah yang ingin menirunya. Salah satunya, Kabupaten Banyumas.

Hal itu disampaikan oleh Bupati Banyumas Achmad Husain, saat memberikan sambutan acara launching Tribunbanyumas.com di Pendopo Sipanji, di hadapan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, dan jajarannya, Selasa (21/1/2020). Menurutnya, program yang dijalankan oleh provinsi memungkinkan jika diterapkan di wilayahnya.

Husain membeberkan, angka kemiskinan di Purwokerto mencapai 12,5 persen. Percepatan kalau biasa-biasa saja ya turunnya 0,2 sampai 0,4 maksimal.

“Setelah kami melakukan verifikasi angka kemiskinan dari sekitar 40 ribu orang, ternyata ada 63 ribu orang miskin. Kami ingin mencontoh apa yang dilakukan provinsi, dengan program satu desa satu dinas. Di sini dinas jadi pengampu bagi desa ataupun kecamatan. Bulan depan, bagi PNS kita sarankan bisa mengampu dua sampai tiga orang, by name by address sesuai dengan kebutuhannya,” ujar dia.

Pendampingan yang dimaksud Husain, adalah memberikan motivasi atau pelatihan agar orang miskin memiliki niat untuk lepas dari jerat kemiskinan. Di samping upaya mengadopsi program, pihaknya juga berupaya menggaet para investor. Hal itu dilakukan dengan cara mempermudah perizinan bagi perusahaan padat karya, yang mempekerjakan diatas 500 orang.

“Kalau ada investor yang memang niat berinvestasi, pasti kami permudah salah satunya dengan menjemput bola, kalau investor di Jakarta ya kami ke Jakarta, begitu pula kalau mereka di Semarang. Selain itu dalam segi pengurusan izin juga dimudahkan,” ujar dia.

Semua itu, kata Husain, adalah upaya kecil untuk dapat mengakselerasi pengentasan orang miskin di Banyumas. Di samping usaha-usaha  itu, ia berharap saat Bandara Jenderal Besar Soedirman jadi, bisa mengangkat sektor pariwisata dan iklim investasi.

Mendengar paparan Husain, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo memberi apresiasi. Ia menyanjung keberanian Bupati Banyumas dalam memperbaiki data kemiskinan, di wilayahnya. Hal itu dinilai sebagai upaya koreksi dan bisa berdampak pada penanggulangan kemiskinan secara tepat.

“Bupati tadi tak malu untuk akui setelah divalidasi jumlah (orang miskin) sebelumnya 40 ribu sekian (orang), jadi 60 ribu sekian (orang). Maka kalau itu jadi fokus perhatian, kita akan keroyok (permasalahan kemiskinan), dengan mendatangkan filantropis, perbankan, sehingga yang tadinya karitatif (hanya menerima bantuan) bisa bangkit,” tutur dia.

Ganjar menyebut, penurunan angka kemiskinan absolut tertinggi di Indonesia, diraih juga karena kontribusi pimpinan daerah, para bupati/ walikota, yang kreatif.

Terkait program “Satu SKPD Satu Desa Binaan” Ganjar menyebut program itu berlandaskan budaya gotong royong dan kerukunan, khas Jawa. Sebab, program ini memberdayakan semua pihak, kemudian memberi semangat dan bantuan-bantuan secara bersama-sama dan melibatkan antar instansi.

Ia mengandaikan, program tersebut bisa semakin besar dengan menggandeng institusi polisi, pengadilan bahkan sekolah. Dengan skema tersebut, Ganjar yakin angka kemiskinan di Jateng bisa semakin ditekan.

Perlu diketahui, berdasarkan rilis Badan Pusat Statistik (BPS), Jateng berhasil menekan jumlah orang miskin sebanyak 0,22 persen, dari 10,80 menjadi 10,58 persen. Pada Maret-September 2019, penurunan angka kemiskinan tercatat dari angka 3,74 juta jadi 3,68 juta jiwa.

Jumlah penurunan angka orang miskin itu, menjadi yang tertinggi di Indonesia, dengan 63.830 orang berhasil dientas dari kemiskinan. Peringkat kedua, diduduki Jawa Timur dan Nusa Tenggara Barat. (Pd, Diskominfo Jateng)
2020-01-21 09:07:09

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *