Pidato Mas Ganjar di HUT Jateng ke-68

Spread the love

Bismillahirohmaanirrohiim.
Assalamu’alaikum Wr.Wb.

Yang saya hormati;
Jajaran Legislatif, Eksekutif, Yudikatif, TNI/Polri, Para sesepuh Jawa Tengah, Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama, Dunia Usaha, Perguruan Tinggi, dan semua peserta Upacara yang berbahagia, serta warga Jawa Tengah yang saya cintai dan banggakan.

Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, atas berkah, rahmat dan ridhoNya kita masih diberikan nikmat sehat dan kesempatan sehingga kita bersama bisa berkumpul dan bersilaturahmi dalam rangka Upacara Bendera memperingati Hari jadi ke-68 Provinsi Jawi Tengah.

Tanpa terasa usia Provinsi Jawa Tengah tercinta ini telah mengalir lebih dari 8 windu, dan boleh dikata hampir seusia perjalanan sejarah kemerdekaan bangsa dan Negera Kesatuan Republik Indonesia. Hal ini tentu adalah berkah yang kita syukuri bersama. Berbagai tantangan, hambatan dan kendala dalam melakukan pembangunan daerah tentu kita hadapi. Tetapi berkat semangat kegotong-royongan seluruh elemen masyarakat Jawa Tengah, alhamdulillah semua itu bisa kita lewati dengan baik.

Saat ini pembangunan Jawa Tengah terus bergerak kearah yang semakin baik. Hal ini ditandai dengan angka pertumbuhan ekonomi yang terus bergerak kearah yang positif. Pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah Tahun 2017 sebesar 5,27%. Capaian ini lebih baik dari pada pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,07%. Selain itu, penduduk miskin di Jawa Tengah juga terus mengalami penurunan. Pada bulan Maret 2018, jumlah penduduk miskin di Jawa Tengah mencapai 3,9 juta orang (11,32%), berkurang sebesar 300.290 orang dibandingkan dengan kondisi September 2017 yang berada pada angka 4,20 juta orang (12,23%). Angka tersebut juga lebih kecil dari tahun 2016 sebesar 13,19% dan tahun 2015 sebesar 13,32%. Penurunan persentase penduduk miskin Jawa Tengah ini merupakan yang tertinggi dibandingkan dengan provinsi lain di Pulau Jawa.

Berbanding lurus dengan angka kemiskinan yang terus menurun, jumlah pengangguran terbuka juga terus menurun. Dari angka 4,99% di tahun 2015, turun 4,63% di tahun 2016 dan kembali turun di angka 4,57% di tahun 2017. Salah satu hal yang signifikan mengurangi angka pengangguran tersebut adalah semakin tumbuhnya sektor industri di Jateng. Dengan berbagai kemudahan ijin investasi yang kita berikan, dari tahun ke tahun, nilai investasi yang masuk ke Jateng terus mengalami kenaikan. Jika pada tahun 2015 nilai investasi yang masuk mencapai 26,04 trilyun dengan 1.481 proyek, tahun 2016 jumlah investasi yang masuk mengalami kenaikan yaitu sebesar 38,18 trilyun dengan 2.068 proyek. Untuk tahun 2017, investasi yang masuk ke Jateng kembali mengalami kenaikan sebesar 51,54 triliun dengan total 2.358 proyek.

Dalam hal pengendalian inflasi, kita juga mendapat prestasi yang memuaskan. Kita berhasil mengendalikan laju inflasi daerah di angka 3,71% pada tahun 2017, 2,73% di tahun 2016 dan 2,73% di tahun 2015. Atas dasar itulah kemudian, Pemerintah Pusat memberikan penghargaan kepada TPID Jateng sebagai pengelola TPID terbaik selama 3 tahun berturut-turut, yakni tahun 2015, 2016 dan 2017.

Peserta upacara yang berbahagia;
Dalam rangka mewujudkan kesejahteraan masyarakat pembangunan di berbagai bidang terus kita lakukan. Untuk membangun konektifitas antar daerah serta dalam rangka memberikan mempermudah akses mobilisasi barang dan orang, kami terus membuat dan memperbaiki infrastruktur jalan dan jembatan. Persentase Panjang jalan dalam kondisi baik, pada tahun 2014 sebesar 86,92%, kemudian tahun 2015 menjadi 88,27%, tahun 2016 panjang jalan dalam kondisi baik semakin meningkat sebesar 88,88%, dan tahun 2017 sebesar 88,92%, dari target di tahun 2018 ini sebesar 89,60%.

Pemerataan pembangunan di desa-desa juga terus kita lakukan. Alhamdulillah Dana Desa di Jateng tiap tahun juga semakin banyak. Tidak hanya Dana Desa, Pemprov Jateng juga mengalokasikan anggaran bantuan keuangan kepada Pemerintah Desa yang digunakan untuk membiayai Peningkatan Sarana dan Prasarana Perdesaan, Rintisan Desa Berdikari, Peningkatan Ketahanan Masyarakat Desa dan Operasional Kader Pemberdayaan Masyarakat Desa (KPMD) dengan total anggaran sebesar 514,25 miliar pada tahun 2017 yang kemudian meningkat menjadi 752,84 milyar pada tahun ini.

Zona Merah Kemiskinan masih jadi PR kita bersama. Oleh karena itulah pembangunan kita arahkan kepada masyarakat miskin dan tidak mampu, khususnya petani, nelayan dan UMKM. Seperti pembangunan RTLH, Kartu Tani, KJS, pemberian akses kredit usaha yang mudah dan berbunga rendah bagi UMKM. Pembangunan RTLH yang memakai dana APBD Provinsi pada tahun 2017 meningkat drastis sebanyak 19.587 rumah dari 3.601 rumah di tahun 2016. Jumlah tersebut belum termasuk program CSR dan Program pembangunan RTLH dari Kabupaten / Kota.

Selanjutnya, untuk Kartu Jawa Tengah Sejahtera (KJS). Pada Tahap I Tahun 2018, penerima manfaat KJS sebanyak 11.491 penerima manfaat dengan total pencairan 8,6 miliar rupiah. Sedangkan pada tahap II penerima manfaat KJS ini sebanyak 11.393 penerima manfaat dengan total pencairan 8,5 miliar rupiah. Dalam rangka mensejahterakan petani, kita punya program Kartu Tani, yang kemudian akan dijadikan program nasional dan beberapa provinsi juga sudah belajar tentang kartu tani ini ke Jateng.

Melalui Kartu Tani ini, bantuan dan subsidi untuk petani dapat lebih terarah dan lebih optimal. Hingga saat ini telah terdata sejumlah 2.815.888 petani dengan luas lahan 1.504.713 ha. Kartu Tani yang telah tercetak sebanyak 2.580.703 kartu, dan terdistribusi sejumlah 2.361.916 kartu tani. Dengan menggunakan kartu Tani ini petani bisa menebus pupuk subsidi di berbagai kios pengecer lengkap pupuk. Kartu Tani ini akan terus kita sempurnakan, khususnya terkait dengan sistem dan jaringannya agar petani semakin dimudahkan.

Tidak hanya itu, Jateng juga terus bergerak pada inovasi-inovasi berbasis teknologi informasi untuk kesejahteraan petani. Kita juga terus mengembangkan berbagai aplikasi yang memudahkan petani untuk memasarkan hasil pertanian secara online. Kami ciptakan aplikasi e-petani, dan Rego Pantes yang merupakan salah satu Solusi perdagangan online produk pertanian langsung dari petani ke konsumen dengan harga yang pantas untuk semua pihak.

Dengan menggunakan aplikasi ini petani akan mendapatkan harga yang layak karena petani menjual langsung ke konsumen sehingga dapat memperpendek jalur rantai pemasaran. Untuk transaksi dalam skala besar kita punya aplikasi Eragano. Selain itu, aplikasi Geotaging juga kita buat untuk pemetaan lahan dalam rangka mengetahui produktifitas petani. Ke depan kami juga akan lebih melindungi petani miskin dengan memberikan asuransi pertanian. Asuransi ini akan mengurangi beban petani dari kerugian usaha pertanian, seperti gagal panen maupun akibat musibah bencana alam, dll.

Sedangkan untuk membantu UMKM kita punya program Mitra 02, Mitra 25 dan Kredit Mini. UMKM Jateng juga kita dorong untuk naik kelas melalui cyber UMKM Sadewa Market kita dan kita beri pendampingan agar pelaku UMKM bisa semakin memajukan dan mengembangkan usahanya. Berbagai upaya untuk mensejahterakan para pelaku UMKM yang kita lakukan ini mendapatkan apresiasi dan penghargaan dari Presiden RI. Jateng dinobatkan sebagai Penggerak Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Teladan untuk periode tahun 2017.

Kami juga sangat fokus terhadap pembangunan sumber daya manusia di Jawa Tengah karena SDM merupakan faktor penentu kemajuan Jateng. Saat ini Jawa Tengah punya 3 SMK Boarding gratis untuk siswa miskin berprestasi yang lokasinya di Kabupaten Purbalingga, Pati, dan Kota Semarang. Kita juga punya program Biaya Operasional Pendidikan (BOP) SMA/SMK Negeri sebesar 426,67 miliar,
SLB sebesar 5,54 miliar serta peningkatan kualitas tenaga pendidik.

Selanjutnya di bidang kesehatan, kita terus berupaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, baik dari upaya preventif, promotif Maupun kuratif. Dan hasilnya, Alhamdulillah, AKI dan AKB terus dapat diturunkan. Tahun 2015 AKI di Jateng sebanyak 111,16 per 100 ribu kelahiran hidup dan AKB 10 per seribu kelahiran hidup. Tahun 2016 AKI Jateng 109,65 per 100 ribu kelahiran hidup dan AKB 9,99 per seribu kelahiran hidup. Terakhir tahun 2017 jumlah AKI Jateng turun sebesar 88,58 per 100 ribu kelahiran hidup dan AKB 8,93 per seribu kelahiran hidup.

Kemajuan Jawa Tengah juga ditandai dengan IPM yang terus mengalami kenaikan. Tahun 2017 IPM Jateng berada pada angka 70,52 mengalami kenaikan dari tahun 2016 yang berada pada angka 69,98 dan Tahun 2015 sebesar 69,49.

Peserta Upacara yang berbahagia;
Birokrasi yang baik menjadi kunci sebuah pemerintahan yang baik dan menentukan keberhasilan pembangunan. Maka Reformasi Birokrasi di Jateng terus kita kuatkan. Hasilnya, reformasi birokrasi yang kita lakukan ini mendapatkan apresiasi dari pemerintah pusat. Jateng memperoleh penilaian terbaik atas pelaksanaan reformasi birokrasi tahun 2016 dari Kemenpan RB. Jateng juga mendapatkan penghargaan dari KPK atas komitmen dalam mendukung pemberantasan korupsi khususnya dari aspek pengendalian pelaporan Gratifikasi serta tertib LHKPN. Satyalencana Karya Bhakti Praja Nugraha juga berhasil kita raih. Ini adalah Penghargaan Bagi Pemda Berkinerja Baik Berdasarkan Laporan Penyelenggaraan Pemerintah Daerah (LPPD) Tahun 2016. Tidak hanya itu, Penyelenggaraan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) Provinsi Jawa Tengah menjadi yang terbaik di Indonesia Investment Award 2018. Serta tentu saja dalam hal pengelolaan keuangan tahun 2017, kita kembali berhasil memperoleh Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP).

Berbagai penghargaan dan keberhasilan tersebut tentu saja tidak lepas dari kontribusi masyarakat dan seluruh stakeholder, khususnya Pemerintah Kabupaten / Kota yang terus bersinergi membangun Jawa Tengah. Untuk itu, Saya bersama Pak Heru ucapkan banyak terima kasih atas keguyubannya. Saya juga mohon maaf atas kekurangan selama ini. Ke depan, masih banyak PR yang harus kita selesaikan dengan tuntas.

Kita optimis mampu menyelesaikan berbagai tantangan yang ada di depan, berlandaskan semangat gotong-royong, persatuan dan kerjasama. Mari kita ber-gandengan tangan untuk bekerja dan berkarya nyata demi Jawa Tengah yang aman, tertib, damai dan sejahtera. Itulah yang dapat saya sampaikan pada kesempatan ini. Selamat melanjutkan karya pengabdian pada bidang tugas masing-masing.
DIRGAHAYU PROVINSI JAWA TENGAH. Semoga Tuhan yang Maha Kuasa meridhoi dan memudahkan setiap usaha luhur kita semua membangun Jawa Tengah. Sekian dan terima kasih atas kebersamaan kita.
Wabillahi taufik wal hidayah,
Wassalamu`alaikum Wr. Wb.

Rabu, 15 Agustus 2018

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo