Perjalanan Berat Selama 5,5 Jam, Mas Ganjar Temui Transmigran Asal Jateng di Sumbar

Spread the love

Meski tidak lagi bermukim di Jawa Tengah, namun suasana akrab dan hangat jelas terasa saat Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo bertemu para transmigran asal Jawa Tengah yang kini tinggal di Nagari Padang Tarok.

Pertemuan tersebut berlangsung saat Ganjar melakukan perjalanan dinas ke Kota Padang, Sumatera Barat. Ia mengunjungi lokasi transmigasi warga asal Klaten Jawa Tengah di Nagari Padang Tarok, Kecamatan Kamang Baru, Kabupaten Sijunjung, Sumatera Barat, Senin (6/11).

Setelah menempuh perjalanan darat selama 4 jam dari Padang, Ganjar tiba di Kabupaten Sijunjung, lokasi transmigrasi. Belum usai, untuk menuju ke lokasi transmigrasi Padang Tarok, Ganjar masih harus menempuh perjalanan selama 1,5 jam lagi.

Lokasi transmigrasi yang terpencil membuat perjalanan cukup melelahkan. Belum lagi jalanan masih berupa tanah dengan tanjakan dan turunan curam menjadi tantangan tersendiri. Bahkan dalam perjalanan itu, mobil yang ditumpangi Ganjar Pranowo terperosok ke lumpur. Saat itu, sejumlah warga membantu mendorong mobil yang ditumpangi Ganjar tersebut.

“Lho Pak Ganjar tho,” kata sejumlah warga yang ternyata mengenali Gubernur Jawa Tengah itu. Mereka pun langsung bersalaman dan meminta foto bersama.

Setibanya di lokasi transmigrasi, Ganjar yang didampingi Bupati Sijunjung, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Jawa Tengah dan Sumatera Barat disambut warga. Para transmigran tampak senang dengan kehadiran Ganjar dan terlibat dialog.

“Kerasan apa ora neng kene? (betah atau tidak tinggal di sini),” sapa Ganjar.

Menjawab pertanyan itu, warga kompak menjawab betah. Sebab di lokasi itu, warga mendapat lahan dua hektar serta bantuan-bantuan lainnya. “Kerasan Pak, di sini bisa mandiri dan mendapat bantuan banyak dari pemerintah,” kata Rahmat (45), salah satu transmigran asal Klaten.

Warga mengeluhkan sarana jalan yang masih buruk. Selain itu, penerangan jalan menuju desa juga masih minim serta sulitnya sinyal telepon seluler. “Saya ke lokasi transmigrasi ini untuk melihat sedhulur-sedhulur asal Jawa Tengah di tempat barunya. Bagaimana kondisinya, kerasan apa tidak,” kata Ganjar.

Terkait keluhan-keluhan warga, Ganjar mengaku akan menindaklanjutinya untuk mencarikan solusi. Pemerintah Jawa Tengah akan menandatangani nota kesepahaman dengan Kementerian Desa untuk perbaikan infrastruktur di lokasi transmigrasi.

Saat ini, di lokasi transmigrasi Padangtarok Kabupaten Sijunjung Sumatera Barat tersebut ada 112 jiwa. Transmigran asal Kabupaten Klaten berjumlah 20 jiwa, Kabupaten Kulonprogo DIY 17 jiwa,
dan sisanya warga dari Kabupaten Agam.

Transmigran asal Klaten telah menempati lokasi transmigrasi itu sejak 11 bulan lalu. Rencananya, transmigran akan bertambah tahun depan dengan komposisi 100 kepala keluarga asal Klaten, Jawa
Tengah dan 10 kepala keluarga asal Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta.