Penuhi Arahan Ganjar, Semua Pabrik Rokok di Kudus Terapkan Kenormalan Baru

Spread the love

KUDUS – Sesuai arahan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, semua perusahaan rokok yang tersebar di Kabupaten Kudus, menerapkan new normal atau kenormalan baru. Sehingga mereka tetap bisa bekerja, dengan menerapkan protokol kesehatan untuk menghindari penularan Covid-19.

 

Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Kudus M Hartopo menegaskan semua pabrik rokok di Kudus telah diminta menerapkan protokol kesehatan.

 

New normal di Kudus saat ini telah ditetapkan. Pemeriksaan juga terus dilakukan,” kata Hartopo saat mendampingi kunjungan Ganjar di pabrik rokok PT Noroyono di Jalan Wahid Hasyim Kudus, Rabu (1/7/2020).

 

Menurutnya, pada persiapan kenormalan baru, pemerintah kabupaten telah melakukan sosialisasi ke perusahaan. Tujuannya agar kesehatan dan ekonomi bisa berjalan di perusahaan. Tentu itu sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo saat di Semarang kemarin, yakni melakukan pengontrolan. Praktis bila terjadi peningkatan kasus Covid, pengetatan akan kembali diberlakukan.

 

“Semua pabrik rokok sudah menerapkan. Termasuk physical distancing, jaga jarak, cuci tangan dengan sabun. Di pabrik rokok juga terdapat satgas protokol kesehatan,” ujarnya.

 

Direktur Utama PT Nojorono Kudus, Stefanus JJ Batihalim, mengatakan di pabriknya telah menerapkan new normal. Seperti ada satgas Covid.

 

“Kita membuat protokol untuk menjaga agar tidak terjadi penularan virus. Mereka harus datang kemudian disemprot, dicek suhu, cuci tangan dengan sabun, masker, vitamin C,” kata Stevanus.

 

Di tempat para karyawan bekerja melinting rokok, perusahaan membatasi kapasitas orang, yang sebelumnya diisi delapan orang, sekarang hanya empat orang. Pihaknya juga telah membagi waktu kerja menjadi dua sif, yakni pagi dan siang. Hal itu dilakukan agar 5.000 orang pekerjanya bisa terhindar Covid.

 

“Tidak mengganggu. Sebenarnya bisa,” terangnya.

 

Saat berkunjung ke salah satu pabrik rokok terbesar di Indonesia ini, Gubernur Ganjar Pranowo mengatakan, setiap perusahaan memang terus berusaha menggelindingkan roda ekonomi.

 

“Kapan harus direm, kapan harus digas. Perusahaan Noroyono ini mempraktikkan kenormalan baru, menerapkan protokol kesehatan,” kata Ganjar.

 

Gubernur melihat penerapan protokol kesehatan di tempat tersebut berjalan dengan baik. Seperti, masing-masing tempat pekerja rokok disekat dan privat. Perusahaan juga melakukan siaran suara yang diulang-ulang untuk mengingatkan pekerja tentang pentingnya protokol kesehatan.

 

“Maka kenormalan barunya ini betul-betul akan menjadi sesuatu perilaku baru. Kalau kebiasaan ini dilakukan terus menerus, orang akan sadar,” imbuhnya. (Ak/Ul, Diskominfo Jateng)


2020-07-01 12:34:07

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *