Penebusan Dosa Mas Ganjar Pada Putra Semata Wayangnya

Spread the love

Menjadi orang nomor satu di Jawa Tengah, Gubernur Ganjar Pranowo tentu menjadi orang yang sangat sibuk. Meski begitu, tugasnya sebagai seorang ayah tak pernah ditinggalkan. Salah satunya dengan memenuhi janji mengambilkan rapor putra semata wayangnya Muhammad Zinedine Alam Ganjar di SMA N 3 Semarang, beberapa waktu lalu.

Mengenakan batik hitam bermotif merah, Ganjar datang sendiri dengan hanya didampingi ajudan. Awalnya, Ganjar ikut antre karena sudah ada beberapa wali murid yang hadir lebih dahulu di ruang kelas X MIPA 7 itu. Namun guru wali murid memutuskan mendahulukan Ganjar karena gubernur berambut putih ini harus mengejar penerbangan menuju Jakarta.

“Apakah boleh saya mendahulukan pak Ganjar karena beliau harus mengejar pesawat ke Jakarta jam empat sore ini,” kata wali kelas Margono.

“Ya tidak apa-apa pak, ” kata wali murid lainnya serempak.

Di meja guru, Ganjar hanya berbincang sebentar untuk mendapat penjelasan soal perkembangan belajar Alam. Setelah menerima rapor, Ganjar pun pamit. Namun dicegah wali murid lainnya untuk diajak foto bersama. Seketika suasana pun menjadi riuh dan penuh tawa.

Beberapa wartawan yang mengetahui kedatangan Ganjar langsung mengejar ketika ia berjalan menuju mobil pribadinya. Ganjar menyebut kedatangannya mengambil rapor bagaikan penebusan dosa.

“Saya itu dosanya pada anak istri banyak, satu tidak bisa sering ketemu, dua tidak terlalu bisa intens menemani. Maka sudah dipesan dari kemarin agar bisa mengambilkan rapor dan kebahagiaan saya itu biasanya pas saat saat seperti ini. Bisa ketemu anak bareng di sekolahnya dapat cerita dari guru dan kemudian mengambilkan rapor,” tuturnya.

Diungkapkan, kebiasaan mengambilkan rapor sudah dilakukan sejak Alam duduk di taman kanak-kanak. Maka sekarang pun meski jadwal kegiatan gubernur padat, ia berusaha menyempatkan datang ke sekolah.

“Dan ini sudah saya lakukan sejak anak saya Alam itu TK, SD, SMP meskipun kadang kadang kalau betul-betul nggak ada waktu nggak bisa. Maka tadi saya sengaja cepet-cepet dari Cilacap untuk bisa mengikuti satu jam waktu yang ditentukan dari jam 3 sampe jam 4 biar anaknya juga seneng, ” jelasnya.

Di singgung soal nilai Alam, menurut Ganjar lebih bagus dari nilainya dulu. “Ini nilainya Banten (A, plat nomor Banten) semua. Kalau saya dulu banyak C-nya,” ujarnya sambil tertawa.