Pasar Larangan Kumuh, Pedagang Wadul ke Ganjar

Spread the love

Brebes – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo melakukan blusukan ke Pasar Larangan Kabupaten Brebes pada Kamis (17/1). Berniat untuk memantau harga-harga kebutuhan pokok, Ganjar justru diwaduli para pedagang terkait kondisi pasar yang kumuh dan darurat untuk diperbaiki.

“Pak tolong pasarnya diperbaiki. Ini kalau hujan bocor semua, pasar jadi becek,” kata Suripah (73), salah satu pedagang.

Pernyataan Suripah itu langsung ditimpali pedagang lainnya. Mereka mendesak pemerintah segera memperbaiki pasar tersebut.

Dengan sabar, orang nomor satu di Jawa Tengah ini mendengarkan curhatan para pedagang. Ia pun melihat kondisi pasar yang memang di banyak titik perlu diperbaiki. Misalnya di sisi kiri pasar, di mana atap bangunan pasar terlepas.

Ganjar pun meminta Bupati Brebes Idza Priyanti yang saat itu mendampingi, untuk melakukan tindakan darurat.

“Itu yang bocor tutup dulu dengan terpal, saya minta hari ini dikerjakan. Kasihan pedagang, kalau hujan pasti basah semua ini,” pinta Ganjar.

Menjawab hal itu, Bupati Idza mengatakan akan segera melaksanakan perintah Ganjar. Ia menerangkan, sebenarnya Pasar Larangan sudah akan direnovasi pada tahun ini.

“Maret rencananya akan kami renovasi, pak,” jawab Idza.

Ganjar senang mendengar jawaban bahwa pasar akan direnovasi pada Maret tahun ini. Dia berharap, masyarakat dan asosiasi pedagang ikut menjaga kondisi pasar, merawat dengan gotong royong.

“Dengar sendiri kan, Maret akan diperbaiki, jadi tenang saja. Saya pesan tolong nanti kalau sudah diperbaiki, dijaga dan dirawat bareng-bareng,” kata Ganjar disambut tepuk tangan para pedagang.

Ganjar menerangkan, sebenarnya proses renovasi Pasar Larangan sudah dilakukan saat ini, yakni pada bagian depan pasar dengan menggunakan Dana Alokasi Khusus (DAK).

“Nanti dari Pemda akan mendampingi untuk renovasi di bagian dalam pasar. Kalau kita bicara program perbaikan pasar tradisional, ini memang sangat bermanfaat, di dalam tadi pedagang minta pasarnya lebih baik, lebih terawat dan lebih rapi, jadi sebenarnya sudah sama tujuannya antara masyarakat dengan pemerintah, yakni membuat pasar jadi nyaman,” ucap mantan anggota DPR RI ini.

Disinggung terkait pantauan harga-harga bahan kebutuhan pokok, Ganjar mengungkapkan, semua harga relatif stabil. Hanya cabai yang harganya fluktuatif naik turun, sementara harga kebutuhan lain relatif stabil.

“Tadi saya cek, harga relatif stabil, beras stabil, ayam agak turun, telur turun, sayuran juga semuanya stabil. Melihat kondisi ini saya lihat semua masih aman. Pantauan semacam ini saya minta daerah rutin melakukan dan mengupdate di aplikasi Sihati (Sistem Informasi Harga dan Produksi Komoditi) agar masyarakat bisa memantau terus,” pungkasnya.

Berdasarkan pantauan, sejumlah harga bahan kebutuhan pokok di Pasar Larangan stabil. Harga cabai kriting merah berkisar Rp18.000-Rp20.000 per kilogram, cabai rawit Rp10.000 per kilogram dan cabai hijau keriting Rp7.000 per kilogram. Sementara harga beras berkisar Rp9.000-Rp13.000 per kilogram, ayam Rp33.000 per kilogram.

“Harga-harga masih stabil, stok juga masih aman karena kami mudah mendapatkan barang,” ucap Kurni,34, salah satu pedagang sembako di Pasar Larangan.

 

Penulis : Bw, Humas Jateng

Editor : Ul, Diskominfo Jateng

Foto : Humas Jateng


2019-01-17 06:20:27

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *