Pamerkan Inovasi Desa, Mas Ganjar Minta Kepala Desa Sering Ngevlog

Spread the love

SEMARANG – Perkembangan teknologi informasi yang ada saat ini harus dapat dimanfaatkan oleh perangkat desa untuk memamerkan potensi dan inovasi yang ada di desanya. Hanya dengan cara itu, maka potensi dan inovasi yang dihasilkan akan dikenal masyarakat dan tentunya akan memberikan dampak yang signifikan bagi perkembangan desa.

Hal itu disampaikan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo usai menggelar video conference dengan Bupati Rembang, Abdul Hafidz serta ratusan perangkat desa dalam acara bursa inovasi desa Kabupaten Rembang, Rabu (31/10).

“Perkembangan desa saat ini sudah sangat luar biasa. Banyak potensi serta inovasi dari desa-desa di Jawa Tengah ini terus bermunculan. Ini luar biasa,” kata Ganjar.

Meski begitu, potensi dan inovasi yang dihasilkan desa tidak akan berdampak jika tidak diketahui banyak orang. Salah satu jurus jitu untuk memasarkan potensi serta inovasi desa adalah dengan memanfaatkan teknologi informasi.

“Sekarang orang bercerita desa saya bagus, tapi buktinya apa?. Pak saya punya makanan khas daerah enak, tapi seperti apa?. Nah inilah yang saya minta potensi dan inovasi itu dipasarkan menggunakan teknologi informasi. Misalnya bisa saja ngevlog, ada testimoni, ada video pendek satu menit kemudian ditampilkan ke publik maka masyarakat akan tahu,” terangnya.

Ngevlog lanjut Ganjar adalah cara simpel namun efektiv untuk memasarkan potensi dan inovasi desa. Dirinya mencontohkan bagaimana dirinya berhasil membuat para perajin batik di Blora kebanjiran order hanya karena dirinya ngevlog produk batik ke media sosial.

“Di Blora itu, saya beli batiknya kemudian saya ngevlog. Sekarang, batik Blora itu kebanjiran order hingga kewalahan. Ini contoh bagaimana dunia maya dapat digunakan untuk memaksimalkan potensi desa,” tegasnya.

Selain soal proses memasarkan, Ganjar juga meminta aparatur pemerintah desa dapat memaksimalkan dana desa yang dikucurkan oleh pemerintah pusat. Dengan dana desa yang setiap tahun turun dengan lancar serta terus bertambah itu, maka desa harus dapat memaksimalkannya dalam bentuk menghadirkan potensi dan inovasi desanya.

“Saya sudah melihat pertumbuhan desa sangat pesat dengan adanya dana desa ini, misalnya Umbul Ponggok di Klaten, kemudian Pemalang dengan kemajuan TIK nya serta banyak yang lainnya. Semuanya sudah berjalan baik dan yang paling penting masyarakat dapat mengambil keuntungan,” terangnya.

Meski demikian, pihaknya mengaku akan terus melakukan evaluasi terkait pemanfaatan dana desa tersebut. Dalam waktu dekat, Ganjar bahkan akan menggelar acara evaluasi dana desa secara serentak.

“November nanti akan kami gelar evaluasi pemanfaatan dana desa. Saya minta Presiden Joko Widodo hadir. Selain evaluasi dana desa, kami juga ingin acara itu dimeriahkan dengan pameran potensi dan inovasi desa seluruh Jawa Tengah,” pungkasnya.

Sementara itu, Bupati Rembang, Abdul Hafidz mengatakan jika bursa inovasi desa yang digelar tersebut menampikan potensi dan inovasi dari masing-masing desa di Kabupaten Rembang.

“Inovasi desa yang kami pamerkan meliputi potensi pariwisata, kebudayaan dan usaha kecil dan menengah yang ada di Kabupaten Rembang,” ucapnya.