Operasional saat Mudik, Mas Ganjar Ingin Hal Ini Diterapkan Bandara Ahmad Yani

Spread the love

SEMARANG – Bandara internasional Ahmad Yani Semarang dioperasikan secara fungsional untuk menghadapi mudik lebaran tahun ini. Meninjau beberapa kesiapan, gubernur Jateng nonaktif Ganjar Pranowo meminta agar pengelola menyiapkan plan B.

Pemudik yang menuju Jawa Tengah menggunakan jalur udara akhirnya bisa bernapas lega. Merekalah yang akan menikmati kali pertama bandara Ahmad Yani Semarang setelah dijadikan bandara di atas air (floating) pertama di Indonesia.

Dalam kunjungannya, dengan melihat perkembangan pembangunan, Ganjar mengatakan secara fungsional Bandara ‘baru’ Ahmad Yani pada tanggal 6 Juni sudah siap digunakan.

“Setidaknya flownya sudah cukup bagus. Kemudian yang internasional dan penerbangan nasional dipisah sudah cukup bagus sekali. Dan lantai tiga VIPnya juga sudah disiapkan,” katanya.

Ganjar pun puas dengan capaian serta susunan kerja seperti ini. Menurutnya hal tersebut relatif akan ada kenyamanan yang bisa disuguhkan setidaknya kepada calon pemudik.

“Namun karena ini sifatnya masih fungsional tentu beberapa belum optimal. Contohnya parkir yang baru ada satu lantai yang di depan itu,” katanya.

Selain itu, lanjut Ganjar, kita juga siapkan suplai air. Sama jalur atau arus akses keluar masuk yang depan PRPP. Saat ini tengah disiapkan simulasi arus lalulintasnya. Sehingga diharapkan nanti tidak macet. Dengan catatan-catatan tersebut Ganjar yakin masyarakat akan merasakan kenyamanan yang lebih pada bandara baru ini.

“Karena dari kapasitasnya luasannya semuanya jauh dibanding yang eksisting hari ini. Maka nampak-nampaknya orang yang menggunakan bandara Ahmad Yani akan mendapat kenyamanan yang lebih baik,” tandasnya.

Sebagai catatan, Ganjar menandaskan jika nanti tanggal 6 Juni digunakan secara fungsional, maka semua penerbangan akan menggunakan di sini. Namun demikian Ganjar tetap berharap harus disiapkan plan B, untuk mengantisipasi jika ada satu sistem yang tidak tepat maka bandara yang lama digunakan.

“Tapi insyaallah kalau saya melihat persiapannya tadi, para insinyur dan pekerja bekerja dalam jobnya masing-masing kayaknya akan langsung pindah ke yang baru,” katanya.

Bandara Internasional Ahmad Yani Semarang akan dilakukan simulasi operasional tanggal 1 dan 2 Juni, untuk soft launching pada 6 Juni dan beroperasi terbatas untuk melayani mudik lebaran 2018. Untuk penyelesaian Bandara Ahmad Yani ditarget pada 2019.

Bandara yang sebelumnya terkatung-katung pembangunannya sejak era Gubernur Mardiyanto ini akan menjadi bandara di atas air (floating) pertama di Indonesia.

Pengembangan Bandara Ahmad Yani mulai muncul sejak era Gubernur Jateng Mardiyanto pada 2003. Namun rencana  ini menemui berbagai kendala. Pada era Gubernur Bibit Waluyo, justru berkembang wacana pemindahan bandara ke Demak atau Kendal. Alasannya, kondisi ruang udara Kota Semarang sudah tidak memungkinkan karena banyaknya gedung bertingkat.

Ganjar yang menjabat gubernur sejak 2013 pun mewarisi masalah pelik ini. Berkat lobi tingkat tinggi, politikus PDIP itu berhasil mewujudkan groundbreaking pada Juni 2014.

Pembangunan direncanakan dalam dua tahap. PT Angkasapura mengucurkan dana hampir Rp2 triliun untuk pembangunan tahap pertama. Bandara baru nanti akan meningkatkan kapasitas penumpang hingga tujuh juta penumpang pertahun, dari sebelumnya hanya 800 ribu.

Peningkatan kapasitas ini ditunjang dengan perluasan terminal dari semula 6.108 m2 menjadi 55.000 m2. Kapasitas apron pun meningkat dari semula enam parking menjadi 13 parking pesawat berbadan lebar.

“Bandara ini sangar artistik dengan konsep eco airport dan go green. Lampu jalan pakai solar cell, pengolahan airnya reserve osmosis dan me-recycle air tambak untuk operasional,” papar Ganjar.