Mbah Parti Curhat dan Minta Kecap Dua Botol ke Mas Ganjar

Spread the love

Seorang nenek yang hidup sebatang kara, Parti, warga Kalijambe, Sragen mengadu kepada Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. Penerima Kartu Jateng Sejahtera (KJS) tersebut mengaku tidak memiliki harta apapun, bahkan di rumahnya tidak ada kursi, kompor, dan perabot lain.

Setelah memberikan KJS secara simbolis, Ganjar bertanya soal kehidupan sehari-hari nenek berusia 72 tahun tersebut. “Owalah pak-pak, kulo urip piyambak, mboten saget kerjo kerono mpun mboten saget ningali,” kata Parti, Kamis (16/11).

Selama ini, dia mengandalkan makanan dari uluran tangan tetangga-tetangganya karena di rumah tidak memiliki apa-apa. “Ameh masak mboten gadhah kompor, sing dimasak nggeh mboten enten. Nek mboten enten sing maringi kulo nggeh poso,” imbuhnya.

Mendengar Parti, Ganjar langsung mengungkapkan akan memberi bantuan. “Mangke kulo paringi kompor, beras, dingklik minyak lan kebutuhan liyane. Wis sakniki njenengan mboten usah khawatir. Berase nyuwun pinten,” kata Ganjar.

“Monggo pak ajeng maringi pinten. Tapi beras kaleh kecap nggih pak, mosok maem putihan mawon,” saut Parti.

Permintaan kecap manis dua botol itu pun langsung disanggupi Ganjar. Dia berjanji paling lambat Jumat pagi bantuan sudah diterima Parti.

Ganjar mengatakan kejadian yang dialami Parti kemungkinan masih ada di Jawa Tengah. Dia pun meminta aparat desa untuk lebih tanggap dan mengenal warganya. “Jika ada yang menemukan seperti ini, langsung lapor saya. Warga Jateng tidak boleh kelaparan,” tegasnya.

Pemerintah dan masyarakat lanjut Ganjar harus bergotong royong menghapus kemiskinan di Jawa Tengah. Pihak swasta dan kalangan pengusaha juga diminta pro aktif dalam mendukung program ini. “Kami minta dana CSR perusahaan-perusahaan bisa disalurkan untuk mengatasi permasalahan seperti yang dialami bu Parti ini,” paparnya.