Mau Aksi Apa Selfie?

Spread the love

“Wes clear to, lha iki sido selfie ora? Aku arep balik (Sudah jelas kan, la ini jadi selfie nggak, saya mau pulang),”

Aksi protes tentang polusi udara yang dilakukan oleh belasan ibu-ibu di depan Pusat Penampungan Produksi (PPP) Menggung Pertamina EP Asset 4 Field Cepu, Kamis (28/12) lalu mendadak riuh. Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo yang ketika itu melakukan kunjungan mendatangi para ibu-ibu.

Tahu didatangi Ganjar, para ibu-ibu kemudian berebut meminta foto. “Lho kalian mau protes apa selfie?,” tanya gubernur berambut putih ini.

“Ya protes pak, tapi nanti minta foto,” kata ibu-ibu itu serempak.

Di kerumunan warga yang berasal dari Kelurahan Ngelo itu, Ganjar malah diajak ngobrol sembari guyon. Padahal sejatinya mereka melakukan aksi karena mengeluhkan bau tak sedap dari limbah minyak tersebut. Ganjar kemudian bertanya terkait spanduk yang dibawa peserta aksi, siapa yang membuat tulisan dan dananya dari mana.

“Ya kami yang bikin pak, urunan,” ujar salah seorang ibu.

Sementara itu salah seorang perwakilan warga, Maryadi mengatakan langkah-langkah penanganan dari keluhan warga ini memang sudah dilakukan. Namun menurutnya masih belum maksimal sehingga warga meminta stop pencemaran. “Saya lihat pengelolaan limbah yang sembrono, sudah tahu berbahaya tapi diteruskan. Harus ditutup itu penampungnya,” katanya.

“Kami sudah sabar 4 tahun pak, ini sudah memuncak. Bagaimana penyelesaiannya kok tidak jelas?,” tambah warga lain bernama Badan.

Ganjar lalu menjelaskan maksud kunjungannya tersebut karena memang mendapat laporan dari warga terkait pencemaran itu melalui media sosial instagram. “Saya lihat sudah dibersihkan penampungannya. Teknologi pertama kimia, pakai katalisator dan oksidasi. Penutupan penampungan nanti butuh dua bulan,” jelasnya.

Sebab itu ia meminta warga agar bisa bersabar terlebih dahulu karena Pertamina sedang berupaya. “Mohon diberi waktu, kalau tidak puas diselesaikan baik-baik, rembugan. Warga juga boleh masuk untuk lihat proses penanganan, ngoten nggeh (gitu ya),” kata Ganjar.

“Nggih pak, la kalau begini kan jelas,” jawab ibu-ibu serempak.

“Wes clear to, lha iki sido selfie ora? Aku arep balik (Sudah jelas kan, la ini jadi selfie nggak, saya mau pulang),” tanya Ganjar. Seketika para ibu-ibu langsung mendekat dan meminta foto bareng.

Didampingi Bupati Blora Djoko Nugroho, Ganjar meninjau langsung tempat penampungan, tangki crude oil, dan truk tangki pengangkut limbah. Dari pandangan mata, terlihat penampungan sudah dibersihkan dan rencananya akan ditutup dengan plat besi.

General Manager Asset 4 PT Pertamina Didik susilo menjelaskan bahwa pihaknya sudah berupaya maksimal menangani masalah tersebut. “Penampungan limbah akan ditutup sehingga bau tidak menguar. Limbahnya sendiri akan di chemichal untuk menghilangkan bau dan air,” terangnya.

Mendengar penjelasan itu, Ganjar mengatakan terdapat tigal hal untuk menangani sosial impact ini. “Pertama teknologi dengan rekayasa kimia bisa menyelesaikan tidak, kalau belum ya ditambah dengan menutup penampungan. Ketiga yakni komunikasi, masyarakat diajak terlibat, diajak piknik, memberikan pemahaman agar mengerti bagaimana prosesnya sekaligus untuk edukasi,” jelasnya.

Ganjar mengatakan pihaknya juga mendapatkan laporan serupa di wilayah Jepara dan Sukoharjo. “Yang Jepara sampai sekarang belum selesai, Sukoharjo ternyata tidak punya tekniknya, maka saya minta ditutup saja sementara pabriknya,” tuturnya.