Masih Ada yang Terima Setoran, Ganjar : Ngomong Wae ‘Aku Ra Butuh’

Spread the love

SEMARANG – Gubernur Jateng Ganjar Pranowo kembali mengingatkan kepada seluruh pejabat maupun karyawan di lingkungan Pemprov Jateng yang masih menerima “setoran” untuk berhenti dan menolak, agar mereka tidak terjerat kasus yang berujung OTT oleh KPK. Seperti yang menimpa pejabat di salah satu kabupaten, Selasa (7/1/2020).

“Masih ada lho yang terima setoran. Bilang saja ‘terima kasih, aku ra butuh’. Ini sudah saya sampaikan bolak-balik. Jangan lagi ada setoran-setoran. Saya sampaikan hal ini karena saya sayang kepada pemprov dan panjenengan semua. Sanksinya, diberhentikan tidak hormat,” kata Ganjar, Rabu, (8/1/2020).

Penegasan itu disampaikan Ganjar seusai Rakor Evaluasi Pelaksanaan Pembangunan pada 2019 dan Rencana Pelaksanaan Pembangunan pada 2020 yang berlangsung di tiga tempat. Untuk rumpun asisten ekonomi dan pembangunan berlangsung di Kantor Dinas Pekerjaan Umum dan Cipta Karya Prov Jateng, Jalan Madukoro. Rumpun pemerintahan dan kesra, di Kantor Badan Kesbangpol Jalan Ahmad Yani, dan untuk rumpun asisten administrasi di Kantor Inspektorat Jalan Pemuda, Semarang.

“Ukurannya bukan uang, tapi kinerja, akuntabilitas dan transparansi. Tahun 2020 ini peningkatan pertumbuhan ekonomi harus digas pol. Semua harus mendukung, kerja sama seluruh pemangku harus tercipta. Government yang baik harus terwujud,” imbuhnya.

Dijelaskan, hasil evaluasi pada 2019 cukup baik meski ada sedikit catatan. Investasi, kata Ganjar, harus lebih dipercepat. Penurunan angka kemiskinan harus melibatkan SKPD di tingkat kabupaten/ kota agar lebih cepat, serta pelibatan anak, perempuan dan difabel dalam merumuskan kebijakan.

Ganjar pun juga meminta seluruh SKPD fokus membantu masalah lingkungan, utamanya menghadapi dampak musim penghujan yang diperkirakan sampai Maret.

“Di bidang kebencanaan kita ingatkan partisipasinya dengan baik. Seluruh sektor harus standby agar di hulu tidak merengek. Kita juga harus mempercepat penanaman pohon, menyelamatkan sumber air, pengelolaan DAS dari ancaman pencemaran. Dan yang terakhir, administrasi jangan dilupakan,” tandasnya. (Humas Jateng)


2020-01-08 09:20:03

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *