Mas Ganjar: Ki Enthus Itu Pemimpin Langka

Spread the love

SEMARANG – Menjadi mitra selama beberapa tahun dengan Enthus Susmono, banyak hal mengesankan tertinggal di benak Ganjar Pranowo. Terlebih pribadinya yang ceplas-ceplos tak pandang bulu. Bahkan Mas Ganjar menyebut Ki Enthus sebagai pemimpin langka.

Kenangan-kenangan itu bermunculan di benak Ganjar sepanjang perjalanan Semarang – Kabupaten Tegal. Bicaranya yang apa adanya dan berani memang menjadi ciri khasnya. Maklum, dia pejabat yang mengamalkan jiwa seninya.

“Waktu saya rapat pertama di-interupsi kemudian nrocos banyak sekali,” kenang Ganjar.

Namun setelah rapat itu selesai, Ganjar mengaku langsung memanggil Enthus dan diajak diskusi. Dari obrolan terbuka itu, Ganjar justru mengaku terkesan.

“Ternyata itu memang karakter dia. Baru setelah kami menjadi dekat. Saya pelajari apa maunya? Memang cara dia menyampaikan gayanya Enthus betul, gaya dalang. Gaya seorang seniman yang langka, kadang-kadang melihat rapat seperti sedang ndalang,” kata dia.

Dengan gayanya itu, Ganjar beberapa kali menyaksikan Ki Enthus ketika rapat nembaki satu-satu dengan ucapan yang sangat terbuka dan jujur. “Dia kritik kejaksaan kritik kepolisian sangat terbuka. Maka waktu KPK dia yang banyak bercerita. Saya membacanya simpel saja, itu bagian dia mau transparan. Dia berani tidak ragu. Meski kadang kurang pas,” katanya.

Pemimpin seperti Enthus itu, menurut Ganjar sangat unik, bahkan tidak ada duanya dari seluruh kepala daerah di Jateng. “Dia berani, saya suka. Bahkan waktu pelatihan KPK, dia mendapat rangking atas, jadi integritasnya teruji,” tandasnya.

Bupati Tegal nonaktif Enthus Susmono meninggal dunia pada 14 Mei 2018 atau bertepatan dengan menjelang puncak peringatan HUT Kabupaten Tegal ke 417 pada 18 Mei lusa. Dia meninggal usai mengikuti acara pengajian dan pelepasan siswa di Kecamatan Jatinegara.

Pihak rumah sakit dr Suselo yang menangani Enthus menyatakan, Enthus meninggal akibat serangan jantung. Jenazahnya telah dimakamkan hari ini di kompleks rumahnya dengan diantar ribuan orang pelayat.