Mas Ganjar; Jateng Digoreng Terus, Masyarakat Jangan Terpengaruh

Spread the love

KARANGANYAR – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengajak seluruh masyarakat Jateng untuk tidak termakan isu-isu hoaks dan fitnah yang menyerang Jawa Tengah. Menurutnya, semua isu tersebut dilakukan oleh orang-orang yang tidak bertanggungjawab untuk merusak kerukunan yang selama ini terjalin baik.

Hal itu disampaikan Ganjar saat menghadiri acara peringatan Natal bertema Membangun Sepakat Natal Untuk Rakyat di Tjolomadoe, Kabupaten Karanganyar Senin (14/1) malam.

“Gerah rasanya tiap hari disuguhi kebodohan-kebodohan karena hoaks. Fitnah dimana-mana, fitnah luar biasa terus terjadi di tahun politik ini,” terang Ganjar.

Jawa Tengah lanjut Ganjar juga menjadi sasaran tembak para penyebar hoaks. Sejumlah isu tentang Jateng sengaja digulirkan oleh pihak-pihak tertentu demi keuntungan mereka masing-masing.

“Jateng sekarang dipancing terus, digosok terus. Saya minta kita semua jangan sampai terpancing, jangan sampai terprovokasi dengan isu-isu yang beredar,” tegasnya.

Sejumlah isu itu lanjut Ganjar seperti angka kemiskinan Jawa Tengah yang digoreng dan disebut masih sangat tinggi.

“Padahal dari data Badan Pusat Statistik (BPS), penurunan angka kemiskinan di Jateng terbaik dan tertinggi nasional, tapi ya namanya orang tidak suka yang menganut aliran nyinyirisme, semua digoreng untuk tujuan tertentu. Ada saja yang tidak suka,” terangnya.

Terbaru, Ganjar menceritakan tentang geger harga cabai, dimana ada video viral petani cabai di Demak yang membuang cabainya di jalanan. Ganjar menerangkan jika isu tersebut berpotensi akan digoreng menjadi isu politik nasional.

“Saya khawatir ini akan digoreng, jadi pedasnya cabai akan masuk Istana Kepresidenan. Ini yang kami antisipasi betul, makanya tadi kami memborong cabai dari petani sebanyak 10 ton dan membeli seharga Rp18.000. Saya juga sudah perintahkan seluruh ASN di 35 Kabupaten/Kota melakukan gerakan membeli cabai langsung dari petani,” tegasnya.

Ganjar berharap masyarakat Jawa Tengah terus mengedepankan pemikiran dan akal sehat dalam menghadapi serangan-serangan hoaks dan fitnah yang bertujuan memecah belah kerukunan antar masyarakat.

“Sekarang masyarakat sudah cerdas, jadi tidak mungkin termakan isu dan fitnah itu. Mari kita bersama melawan hoaks dan fitnah yang terus menyerang ini,” tutupnya.

Dalam acara tersebut, hadir pula Anggota DPR RI, Aria Bima dan KH Dian Nafi’, pengasuh Pondok Pesantren Al-Muayyad Solo. Senada dengan Ganjar, Aria Bima dalam kesempatan itu juga mengajak masyarakat Jawa Tengah untuk saling bersatu menjaga keutuhan NKRI dari sejumlah serangan, termasuk hoaks dan fitnah.

“Di tahun politik ini, suasana politik nasional semakin memanas. Mari kita bersatu dan menjadi pilar penyangga, bagaimana pondasi negara yakni Pancasila tetap ada dan tetap menjaga keutuhan NKRI,” kata Politisi PDI Perjuangan itu.

Aria menerangkan, dalam berpolitik beda pilihan dan pandangan politik itu hal yang biasa. Namun ia berharap, perbedaan itu tidak menjadi alasan pemecah belah kerukunan bangsa.

“Kita boleh berbeda, tapi kepentingan bangsa dan negara harus dikedepankan. Tidak boleh terpecah belah hanya karena beda pilihan,” pungkasnya.