Mas Ganjar Ingin Seluruh Fasilitas di Pemprov Jateng Ramah Difabel

Spread the love

Gubernur Jawa Tengah H Ganjar Pranowo SH MIP meminta kepada seluruh OPD di jajaran Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk menambahkan fasilitas bagi penyandang disabilitas. Baik di bangunan yang sudah ada maupun yang sedang dilakukan pembangunan fisik.

Hal ini mengingat masih banyak bangunan yang belum ramah terhadap penyandang disabilitas. Tidak hanya belum memiliki akses khusus untuk penyandang disabilitas namun ada juga yang sudah tapi tidak sesuai dengan standar aksesibilitas, yakni derajat kemudahan dicapai oleh orang, terhadap suatu objek, pelayanan ataupun lingkungan. Kemudahan akses tersebut diimplementasikan pada bangunan gedung, lingkungan dan fasilitas umum lainnya.

Hal itu disampaikannya saat memimpin Rapat Koordinasi Pelaksanaan Operasional Kegiatan APBD Provinsi Jawa Tengah TA 2018 di Gedung B lantai V, Kantor Gubernur Jawa Tengah, Senin (30/7/2018).
“Saya minta semua bangunan yang sedang dibangun atau kita persiapkan, kalau ada yang bisa mencicil di tempatnya masing-masing semua dibuatkan akses untuk penyandang disabilitas,” katanya.

Ganjar bercerita pernah didatangi komunitas disabilitas di rumah dinasnya, Puri Gedeh, meski sudah ada akses untuk penyandang disabilitas namun masih belum responsif karena kemiringan akses tersebut melebihi standar yaitu 7 derajat. Oleh karenanya, penyediaan fasilitas bagi penyandang disabilitas harus memperhatikan standar aksesibilitas sesuai yang sudah ditetapkan oleh peraturan agar mereka bisa nyaman menggunakan fasilitas tersebut.

“Kita di Wisper sudah kita buat jalur untuk itu, di rumah dinas saya juga sudah dibuat tapi rupanya ada catatan dari teman-teman penyandang disabilitas. Saat datang ke rumah saya ternyata belum responsif karena ukurannya ternyata tujuh derajat,” ujarnya.

Dirinya mengatakan fasilitas bagi penyandang disabilitas di gedung-gedung milik Pemprov Jateng harus diperbaiki dan ditambah atau bahkan menggunakan teknologi yang lebih canggih. Hal ini mengingat Jawa Tengah mendapat penghargaan sebagai penggerak pengembangan kabupaten/kota layak anak (KLA) terbaik nasional yang diberikan oleh Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) RI Yohana Yembise beberapa waktu lalu. Sehingga kesadaran untuk menyediakan fasilitas-fasilitas bagi penyandang disabilitas harus lebih ditingkatkan, terutama dari pemerintah.