Mas Ganjar Ingin Pedagang Pasar Tradisional Membentuk Paguyuban

Spread the love

KARANGANYAR – Mas Ganjar mendorong pedagang di pasar tradisional untuk membentuk paguyuban. Selain agar perputaran perekonomian semakin gayeng, pengelolaan lingkungan pasar tidak rumit.

Di hadapan pedagang Pasar Matesih Kabupaten Karanganyar, Rabu (1/8) Mas Ganjar mengatakan untuk mengatasi berbagai persoalan pedagang akan lebih mudah jika hubungan kekerabatan antarpedagang terjalin. Karena antara pedagang satu dengan yang lain akan saling mengerti persoalan juga strategi berdagang.

Solusi yang Mas Ganjar berikan untuk menciptakan iklim tersebut adalah pembentukan payububan pedagang pasar. Menurut Mas Ganjar, berdirinya paguyuban pedagang pasar tradisioanl akan membuat pasar tradisonal semakin kuat. “Agar apabila ada masalah, bisa difasilitasi paguyuban untuk berkomunikasi, baik dengan kepala pasar, dinas pasar, pemkab maupun pemprov,” katanya.

Untuk diketahui, Pasar Matesih kini sudah mulai ditempati pedagang. Pasar tersebut dibangun dengan dana bantuan keuangan provinsi tahun anggaran 2016 sebesar Rp 10,082 miliar dan APBD Kabupaten Karanganyar di tahun anggaran yang sama sebesar Rp 4,9 miliar.

Besarnya anggaran pembangunan pasar kebanggan warga Matesih tersebut, Mas Ganjar berharap perputaran perekonomian Matesih mampu meningkatkan taraf hidup warga setempat, utamanya pedagang. Kini pasar tersebut mampu menampung 161 kios nonbuah, 17 kios buah dan 512 los lapak.

Mas Ganjar kepada pedagang mengatakan bahwa berkembangnya pasar tersebut merupakan tanggungjawab bersama. Makanya, setelah pembangunan usai dilakukan pemerintah, pedagang dan warga pun harus semangat merawat. “Utamanya soal kebersihan. Dijaga ben resik. Nek resik sing dodolan nyaman, sing tuku seneng,” katanya.

Mas Ganjar menekankan bahwa peningkatan kesejahteraan pedagang dan kebersihan lingkungan pasar Matesih bukanlah hal mustahil jika pedagang dengan semangat gotongroyong membentuk paguyuban.