Mas Ganjar Ingin Pecinta Al Qur’an Jadi Agen Islam Rahmatan Lil Alamin

Spread the love

BOYOLALI – Seleksi Tilawatil Qur’an (STQ) XXV 2018 Tingkat Jawa Tengah dibuka Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Selasa (11/12) di asrama haji Donohudan Boyolali. Kepada 770 peserta Ganjar menyampaikan keyakinannya dengan Al Qur’an Jawa Tengah akan memiliki generasi yang sumeh, representasi dari sifat rahmatan lil alamin.

Jika generasi muda akrab dengan Al Qur’an, kata Ganjar, tiga kecerdasan yang menjadi keseimbangan hidup akan dimiliki. Dengan demikian, Ganjar yakin akhlak warga Jawa Tengah bakal nancep dan jadi tauladan bagi siapapun.

“Cerdas intelektual, cerdas emosional dan saling mengasihi. Kita harapkan nantinya dengan Al Qur’an mampu mengendalikan diri dan menularkan implementasi rahmatan lil alamin sehingga orang-orang jika melihat warga Jawa Tengah seneng karena warganya sumeh (murah senyum), grapyak (ramah) guyub (rukun) lan nyenengke,” katanya.

Ganjar juga menyampaikan selama ini karena sumeh dan guyubnya masyarakat, Jawa Tengah selalu jadi rujukan dari manapun jika berbicara soal ketenteraman dan kondusivitas. Ganjar berharap, semua peserta STQ mampu menjadi agen untuk semakin menciptakan ketenteraman di tengah masyarakat.

“STQ ini bisa membawa generasi kita memasuki religiusitas lebih dalam sehingga spiritualitas semakin kuat, menunjukkan kesejukan, adem. Dan alhamdulillah Jateng selalu jadi contoh soal itu. Selamat berlomba. Saya yakin STQ ini memperkuat bangsa kita,” katanya.

Pada STQ XXV 2018 tingkat Jawa Tengah ini diikuti 35 kafilah dari kabupaten/kota se Jawa Tengah. Ketua Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Jateng Farhani menyampaikan kegiatan sebagai upaya menularkan Islam yang rahmatan lil alamin pada generasi muda.

“Semua ini demi meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Allah. Memperkuat ukhuwah islamiah antargenerasi muda dan memicu prestasi tahfiz dan tafsir Al Quran,” katanya.

Selain itu dia juga menyampaikan per kafilah dari 35 kabupaten/kota itu terdiri dari 22 orang sehingga total 770 peserta. Mereka akan berlomba dari tanggal 11 sampai 14 Desember 2018.

“Ada tiga nomor perlombaan, Tilawatil Qur’an, Tahfiz Qur’an dan Tafsir Qur’an. Semoga dengan upaya kita mencintai Al Qur’an ini bisa memberi berkah di dunia hingga akhirat,” katanya.