Mas Ganjar Dengarkan Curhatan Nicholas Saputra

Spread the love

GROBOGAN – Perawakannya nampak malu-malu, terlebih harus bercerita tentang bapak ibunya pada Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. Dengan terbata-bata Nicholas Saputra mengisahkan bagaimana kesehariannya mendapat perhatian dari orangtuanya.

Kepada Ganjar, Nicholas mengatakan jarang ngobrol dengan kedua orang tuanya. Sesekali, orangtuanya hanya bertanya tentang pendidikan, misalnya apa kesulitan saat di sekolah, apakah ada pekerjaan rumah atau tidak dan sebagainya.

” Saya jarang ngobrol pak, biasanya bapak sama ibu cuma tanya ada PR apa tidak, hari ini pelajarannya susah apa tidak, itu saja,” kata Nicholas kepada Ganjar.

Nicholas pun mengakui bahwa setiap berkumpul dengan orang tuanya khususnya malam hari, ia jarang diajak bercanda. Waktu malam hari biasanya dihabiskan dengan menonton televisi.

“Jarang pak, paling ya nonton televisi bareng saja,” ucapnya polos.

Kok bisa Nicholas curhat kepada Ganjar tentang kehidupan pribadinya? Ternyata Nicholas bukanlah aktor pemeran Rangga dalam film Ada Apa Dengan Cinta (AADC). Nicholas Saputra yang satu ini ternyata seorang siswa kelas V SDN 5 Purwodadi Kabupaten Grobogan.

“Saya itu sudah lama pengen ketemu sama Nicholas, ternyata di sini saya ketemu. Kok masih kecil ya, beda dengan di televisi,” canda Ganjar kepada Nicholas saat menghadiri peringatan Hari Keluarga Nasional ke XXVI tingkat Provinsi Jateng di Kabupaten Grobogan, Sabtu (29/6).

Selain kepada Nicholas, Ganjar juga menanyakan banyak hal kepada anak-anak yang hadir dalam acara itu. Pertanyaan Ganjar tidak banyak, hanya terkait bagaimana kehidupan anak-anak baik di sekolah, lingkungan dan utamanya bersama keluarga.

“Saya juga jarang diajak ngobrol pak, paling ya cuma nanya terkait kegiatan di sekolah,” kata Dina Hellen,13, siswa SMPN 6 Grobogan.

Saat ditanya Ganjar apakah Dina pernah curhat kepada orang tuanya terkait kehidupan pribadinya, misalnya tentang pertemanan, pacar atau hal lain, Dina hanya gelang dan tersenyum.

“Tidak pernah pak (curhat soal itu), lagian saya juga belum punya pacar,” jawabnya malu.

Ganjar dalam acara Harganas tingkat provinsi tersebut memang menghabiskan waktu lebih banyak dengan anak-anak. Selain bertanya kehidupan mereka, Ganjar juga mengajak anak-anak bernyanyi bersama-sama.

“Sebenarnya anak-anak kita membutuhkan lebih banyak ruang untuk bisa berekspresi. Nah, orang tua seperti kita ini tugasnya melindungi mereka agar ada keamanan dan kenyamanan. Mereka bermain, bercanda, sekolah dengan menyenangkan tanpa dihantui rasa takut tentang narkotika, bullying, radikalisme dan lainnya,” kata Ganjar.

Harganas lanjut dia menjadi momentum yang tepat bagi orang tua untuk kembali memperhatikan hubungan harmonis di keluarga. Sebab di tengah kesibukan masing-masing, seringkali orang tua lupa kepada anak-anaknya.

“Makanya saya tadi ajak dialog anak-anak, untuk mengetahui curahan hati mereka tentang kondisi keluarganya masing-masing. Dari dialog itu, saya ingin mengetahui kualitas hubungan komunikasi antara anak dengan orangtuanya di rumah, ternyata masih banyak anak-anak yang hanya ditanya soal sekolah, padahal harusnya lebih dari itu,” ucapnya.

Ganjar kemudian mengajak seluruh orang tua untuk meningkatkan kualitas hubungan komunikasi dengan anak-anaknya. Apalagi dengan kemajuan teknologi saat ini, anak-anak memiliki banyak ancaman, khususnya dari media sosial.

“Mari kita bersama-sama sadar untuk membantu dan menemani anak-anak kita, menuju masa depan dengan suasana bahagia dan riang,” pungkasnya.