Mas Ganjar dan Kapolda Rela Jalan Kaki Mengiring Atlet Asian Games

Spread the love

SOLO – Dalam sebuah karnaval tingkat kota atau provinsi, pejabat sekelas gubernur, walikota dan kapolda biasanya duduk di mobil hias atau kereta kuda. Merekalah pusat perhatian dan harus melambai-lambaikan tangan pada warga yang mengelu-elukannya.

Tapi pemandangan itu tidak terlihat dalam Peringatan Hari Olahraga Nasional tingkat Kota Surakarta, Minggu (9/9/2018) pagi. Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, Kapolda Jateng Irjen Condro Kirono, dan Walikota Solo FX Hadi Rudyatmo justru jalan kaki. Sebagai pusat perhatian, duduk manis di atas kereta kuda adalah para atlet.

Memang bukan atlet biasa. Merekalah para pahlawan asal Jawa Tengah peraih medali di Asian Games 2018. Salah satunya Aries Susanti, atlet panjat tebing peraih dua medali emas asal Grobogan.

Dalam beberapa situasi, sembari jalan kaki, kapolda bahkan ikut mengatur barisan dan memberi aba-aba. “Ayo mundur sedikit buat jalan kudanya, mbak Aries berdiri ya, banyak warga yang mau foto,” teriak Condro Kirono.

Ganjar berjalan agak jauh di belakang dengan menggandeng isterinya Siti Atikoh. Keduanya menyusuri pinggir barisan agar lebih dekat dengan masyarakat yang berdiri berjajar.

Sementara Rudi, sapaan akrab FX Hadi Rudyatmo, memegang toa, memberi informasi pada warga tentang siapa saja atlet yang diarak.

Kirab itu diikuti ribuan masyarakat Kota Surakarta karena acara memang dikemas bersamaan denga jalan sehat warga dalam rangka Pekan Olahraga Warga Solo (Porwaso). Rute berawal dari Lapangan Kota Barat kemudian bergerak ke jalan Slamet Riyadi, menuju kawasan Yosodipuro dan finish di lapangan Kota Barat.

Para pelajar nampak histeris begitu melihat Aries Susanti lewat. Gadis berkerudung itu tak henti-hentinya melambai dan tersenyum. Mungkin ia tak menyangka mendapat sambutan layaknya artis.

Permintaan foto pun dilayani dengan ramah oleh Aries. Bahkan ia merelakan medali emasnya dipegang-pegang warga yang ingin menyentuhnya.

“Seneng banget. Pengin kayak Mbak Aries,” kata Melati, siswi SMKN 6 Surakarta yang datang bersama puluhan temannya.

Walikota Surakarta FX Hadi Rudyatmo mengatakan peringatan Haornas sengaja dibarengkan dengan Porwaso agar memicu masyarakat untuk giat dan mencintai olahraga.

“Karena telah terbukti bukan hanya mampu membanggakan daerah, namun bangsa di kancah internasional,” katanya.

“Ini kebalik. Kalau biasanya pejabat yang dinaikkan andong, sekarang atlet. Gubernurnya disuruh jalan. Tidak apa-apa, kita beri penghargaan kepada mereka karena telah membanggakan negara,” kata Ganjar.