Mahasiswi Prancis Kaget Dapat Besek dari Ganjar

Spread the love

Klaten – Camille Danivet kaget menerima bingkisan dari Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo usai acara resik-resik Kali Kuning di Kabupaten Klaten, Rabu (24/10), yang ternyata setelah dia buka ternyata isinya santap siang. Maklum, Camille tidak tahu kalau yang diberikan Ganjar itu adalah besek, anyaman bambu pembungkus makanan.

“Ini besek, silakan (makanan di dalamnya) dimakan,” kata Ganjar kepada Camille.

Pada acara tersebut sajian santap siang bagi ribuan peserta memang disiapkan di besek, bukan kardus seperti lazimnya. Karena belum tahu, setelah menerima pemberian Ganjar, Camille nampak memutar-mutar dan membolak-balik besek. Melihat Camille kebingungan Ganjar langsung membuka besek bagian penutup.

“Waw, mestinya setiap pertemuan menggunakan ini untuk (wadah) konsumsi. Sangat alami. Ini ide sempurna,” kata Camille.

Camille (23) adalah volunteer lingkungan dari Marseille University. Sudah dua minggu ini dia mempelajari lingkungan, budaya dan masyarakat Jawa Tengah, sesuai bidang yang tengah dia geluti yakni antropologi.

Sepertinya, Jawa dengan segala khasanahnya begitu menarik minatnya sebagai mahasiswa antropologi, sebagaimana besek yang tiba-tiba memikatnya. Meskipun mungkin dia belum tahu di Jawa ada falsafah Ngelmu Pring, yang salah satu bunyinya, “Uripo kayak pring, ora gampang tugel, merga bisa melur…

“Saya ingin bawa pulang besek ini ke Prancis. Saya masih dua bulan di Indonesia. Setelah di Jawa Tengah, akan keliling ke Yogyakarta, Malang dan Bali,” katanya.

Meski kagum dengan hasil budaya Jawa, Camille tidak menutup mata ada kelemahan pada masyarakatnya. Terlebih saat dia mengikuti gerakan resik-resik Kali Kuning bersama ribuan masyarakat Klaten, penyuluh kehutanan dan pecinta alam.

“Kaget melihat sampah yang sangat banyak di sungai. Kalau ini dilakukan 10 bulan intens dengan personel segini, persoalan sampah akan selesai,” bebernya.

Pada resik-resik itu, sebanyak 2.560 kg sampah plastik berhasil diangkut dari Kali Kuning. Itu pun baru radius 200 meter dan dikerjakan selama satu jam. Namun bagi Gubernur Ganjar Pranowo ini adalah gerakan lingkungan luar biasa. Tinggal lebih menata manajemennya.

“Intinya bagaimana kita menyelamatkan lingkungan dan menumbuhkan potensi sumber daya air. Dan bagaimana kita keroyokan membereskan persoalan bumi ini dari plastik,” tutur mantan anggota DPR RI ini.

Menurut Ganjar, sebenarnya masyarakat saat ini sudah punya kesadaran lingkungan. Tinggal menggerakkan lebih intens pada persoalan akselerasi, metode, serta peralatan yang digunakan.

“Kita pernah membuat kongres sungai, dan beranak menjadi sekolah sungai yang sekarang menggelinding tidak terbendung. Kabupaten/ kota lain sudah belajar meniru. Nah inilah yang namanya gerakan. Saya yakin ini akan berhasil. Sehingga kecukupan air dari seluruh fungsi yang dibutuhkan akan tercukupi,” tandasnya.

Penulis : Ib, Humas Jateng

Editor : Ul, Diskominfo Jateng

Foto : Humas Jateng


2018-10-24 10:01:02

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *