Langganan Banjir, Mas Ganjar Ajak Warga Tarisi Latihan Mitigasi Bencana

Spread the love

CILACAP – Calon Gubernur Jateng Ganjar Pranowo mengunjungi dua lokasi pascabencana di Cilacap Jumat (27/4/2018). Salah satunya Desa Tarisi, Kecamatan Wanareja yang selama 30 tahun terakhir selalu diterpa banjir.

Kepala Desa Tarisi, Jasimin mengajak Ganjar berkeliling ke lokasi banjir, baik pemukiman maupun sawah yang masih tergenang.

Ratusan warga menyambut kedatangan Ganjar. Warga desa nampak keluar rumah dan menyapa Ganjar dengan antusias. Mobil yang berjalan pelan membuat sebagian warga nekat mendekat untuk mengajak salaman. Tiba di titik banjir, ratusan warga langsung mengerubungi Ganjar.

Menurut Jasimin, setiap tahun desanya selalu banjir. Bencana ini disebabkan dua hal. Yakni affur atau drainase Bendung Menganti yang mengalami pendangkalan dan curah hujan yang tinggi.

“Jadi memang banjir terjadi sejak bendung Menganti dibangun, sudah 30 tahun,” katanya.

Ada dua kategori wilayah genangan, pemukiman dan areal persawahan. Untuk pemukiman air bisa bertahan hingga berminggu-minggu. Sementara di areal persawahan bahkan bisa tergenang selama berbulan-bulan. Kondisi wilayah yang berada di daerah cekungan semakin membuat air betah di desa Tarisi.

Ganjar berujar pihaknya akan mengusulkan permintaan warga desa ke PSDA dan BBWS terkait. “Akan saya sampaikan ke BBWS dan dinas PSDA, agar dicek dan dihitung secara keinsinyuran apa penyebab dan bagaimana solusinya,” kata Ganjar.

Selanjutnya, Ganjar juga meninjau lokasi bekas longsor di Desa Ciporos, Kecamatan Karangpucung. Dia melihat salah satu titik longsor bersama Kepala Desa Ciporos, Mulyanto. Di lokasi, ternyata ribuan warga sudah berkumpul. Ganjar memanfaatkan berkumpulnya warga untuk menyampaikan pengarahan dan pesan mitigasi bencana.

“Yang rumahnya di sekitar sini ngacung? Nah kalau terjadi hujan deras lebih dari dua jam, siap siap ngungsi, waspada ya, menuju arah ketinggian. Nanti latihan dulu ya,” kata Ganjar.

Kepada kepala desa, Ganjar mengarahkan Mulyanto segera mengusulkan bantuan ke BPBD tingkat kabupaten, provinsi, maupun pusat. “Kalau mau minta bantuan langsung dari pusat, kamu kirim usulan dan rekomendasi bupati. Jangan lupa tembuskan ke saya. Nanti saya sampaikan ke pusat,” tegas Ganjar.