Kartu Tani, Tutup Penyimpangan Distribusi Pupuk

Spread the love

Setelah sempat tertunda lebih dari setahun karena pendataan yang belum rampung, akhirnya kartu tani mulai diujicobakan di Jawa Tengah. Launching uji coba kartu tani dilaksanakan Desa Lebo Kecamatan Gringsing Kabupaten Batang. Sedikitnya 300 kartu tani dibagikan untuk petani yang tergabung pada lima kelompok tani di Kecamatan Gringsing Kabupaten Batang. Yakni, Kelompok Tani Subur, Tani Makmur, Talangsari, dan Saribumi (Desa Gringsing), serta Kelompok Tani Joyolono (Desa Mentosari)

Keberadaan kartu petani sangat penting, mengingat latar belakang demografi Jawa Tengah yang mayoritas atau 65% penduduknya tinggal di perdesaan sebagai petani, termasuk buruh tani. Sebanyak 14,56% penduduk miskin di Jawa Tengah, mayoritas juga berasal dari lingkungan petani. Sayangnya, para petani selalu menemui kendala kelangkaan pupuk bersubsidi saat masa pemupukan. Setelah dilakukan analisis, ternyata masalahnya adalah pendistribusian barang bersubsidi yang dijual terbuka, sehingga banyak terjadi penyimpangan. Karenanya perlu perubahan sistem agar pendistribusian pupuk bersubsidi dilakukan tertutup, dengan menggunakan kartu tani.

Kartu tani yang sudah dibagikan tersebut digunakan sebagai alat penebusan dan pembayaran pupuk bersubsidi bagi petani di Provinsi Jawa Tengah. Di samping itu juga dapat mewujudkan distribusi pupuk bersubsi disesuai dengan asas “enam tepat” (tepat jumlah, jenis, waktu, tempat, mutu, dan harga), serta pemberian layanan perbankan bagi petani. Dengan begitu, distribusi pupuk bersubsidi dapat benar-benar diterima petani yang berhak. Setiap anggota/ petani hanya akan menerima jatah alokasi sesuai dengan yang tercantum dalam sistem. Dengan demikian penyimpangan pupuk bersubsidi yang selama ini terjadi di beberapa daerah dapat diminimalisasi/ dihindari. Dan kebutuhan pupuk bagi para petani yang berhak menerima akan lebih terjamin. Pada akhirnya maka target produksi yang telah ditetapkan akan dapat diwujudkan, dan petani pun semakin sejahtera