Kakek di Jepara Ini Kaget Rumahnya Dikunjungi Mas Ganjar

Spread the love

Mbah Sahlan (85) kaget bukan kepalang, rumahnya yang belum sempurna berdiri pada Senin (16/10) dikunjungi banyak orang yang sebagian besar mengenakan pakaian tradisional. Lebih kaget lagi, salah satu di antara rombongan tersebut ternyata Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo.

Jangankan dikunjungi, sekadar berpapasan dengan Gubernur Jawa Tengah tidak pernah muncul di benak Mbah Sahlan. Bagi Mbah Sahlan, berpapasan dengan orang nomor satu di Jawa Tengah adalah hal yang susah dijangkau karena dirinya tinggal di pelosok, tepatnya dukuh Bendongan desa Mayong Lor kecamatan Mayong Jepara.

Mbah Sahlan merupakan salah satu penerima bantuan pembangunan Rumah Tidak Layak Huni dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah di Kabupaten Jepara. Dulunya, bangunan rumah Mbah Sahlan hanya terdiri dari susunan anyaman bambu, yang ditempati bersama istri dan lima orang anaknya.

Para tetangga yang merasa tidak tega akhirnya membangun secara swadaya. Namun apa daya, warga hanya mampu menyelesaikan pembangunan dinding, sementara atap dan lantai tidak terjangkau. Mengetahui ada program pembangunan RTLH, warga berinisiatif mengajukan bantuan dana pada Pemprov Jateng. Dan akhirnya pembangunan bisa dilanjutkan.

Ganjar Pranowo yang saat itu sedang melakukan kunjungan kerja di Jepara berinisiatif mengunjungi kediaman Mbah Sahlan, sekaligus ingin mengetahui perkembangan pembangunan usai Pemprov mengucurkan bantuan.

Sesampainya rombongan gubernur tiba di pelataran, Mbah Sahlan kaget bukan kepalang. Setelah menyalami Ganjar, Mbah Sahlan terburu lari masuk ke dalam rumah. Dengan tergopoh-gopoh dia segera kembali menemui Ganjar. Ternyata Mbah Sahlan ganti baju. Dia khawatir bila pakaian yang dipakai tidak pantas.

“Saya hanya punya satu baju batik jelek ini dan sarung,” kata Sahlan yang berkopiah hitam yang hanya dibalas senyum merekah Ganjar.

Sejurus kemudian, Ganjar masuk menilik sudut-sudut rumah yang sedang dibangun. “Kalau hujan, ya, bocor semua. Bahkan dulu sudah mau ambruk. Tapi ya tidak bisa apa-apa karena kami orang tidak punya,” kata Mbah Sahlan.

Kemudian Ganjar meminta Mbah Sahlan untuk mengantar ke kamar. Setelah melihat-lihat bangunan, sambil duduk di sebuah dipan kepada Mbah Sahlan Ganjar berkata semoga dengan pembangunan rumah tersebut bisa merubah kehidupan Mbah sahlan ke arah lebih baik.

Ganjar juga mengaku sangat terkesan dengan kepedulian serta kekompakan para tetangga Mbah Sahlan. “Sekarang dana sudah turun dan rumah sedang diselesaikan. Saya senang karena kepedulian warga sangat bagus,” kata Ganjar.

Menurut Ganjar, dana pembangunan RTLH yang hanya berjumlah Rp 10 juta itu memang hanya sebagai stimulan. Dan apa yang dilakukan di dusun Bendongan tersebut merupakan contoh gotong royong yang luar biasa.

Di Jepara, alokasi bantuan pembangunan RTLH tahun ini dari Pemkot Jateng mencapai 568 unit rumah. Adapun di Jawa Tengah sebanyak 20.027 rumah. Ganjar menjanjikan, tahun depan alokasi anggaran bantuan RTLH akan semakin naik dan jumlah penerima bertambah.