Kado Ulang Tahun Menyentuh dari Alam Ganjar untuk Sang Ayah

Spread the love

Kado spesial dan menyentuh didapat Ganjar Pranowo pada hari ulang tahunnya ke 49 dari putra semata wayangnya, Muhammad Zinedine Alam Ganjar. Gubernur dengan ciri khas rambut putih tersebut berulang tahun tepat pada peringatan Hari Sumpah Pemuda, 28 Oktober.

Lewat akun media sosialnya @alamganjar, Alam, demikian sapaan karib putra ganjar, mengunggah video berdurasi 1 menit di instagram. Diawali dengan ungkapan kebanggaan terhadap perjuangan, Alam kemudian membeberkan betapa dirinya menerima banyak pelajaran dari perjalanan hidup sang ayah.

Bahkan, pada kalimat pamungkas, Alam memberi kalimat penegasan yang cukup dalam dan menyentuh, yakni “Satu hal paling berharga yang pernah engkau berikan padaku adalah aku menjadi anakmu”.

Ungkapan yang berupa video dengan ungkapan bahasa Inggris tersebut kemudian diunggah oleh Ganjar Pranowo melalui akun instagramnya @ganjar_pranowo dengan kalimat penjelas, “Alam, makasih ya… Ayah sayang dan bangga… tetap jadi anak yg rendah hati dan suka menolong ya….”

Sampai saat ini telah mendapat 7.179 like dan ratusan komentar. Berikut ungkapnnya dalam bahasa Indonesia:

“49 Tahun adalah angka yang menjadi saksi akan banyak hal. Menjadi saksi tentang perjuanganmu untuk menjadi yang terbaik di antara mereka semua. Engkau perlihatkan aku bahwa kau sanggup berdiri tegak ketika hidup mencoba membuatmu terjatuh.

Segala hinaan dan kebencian selalu kau terima. Menjadi manusia yang lebih kuat. Mereka hanya tidak memahami bahwa engkau adalah anugerah dari Tuhan. Setidaknya dalam pandanganku.

Engkau adalah hadiah dari Tuhan. Yang mengajariku bagaimana aku hidup, yang mengajariku memberi ke mereka yang membutuhkan. Tak seorang pun akan meragukan bahwa engkau adalah orang yang hebat. Bahwa engkau dapat menjadi ayah yang hebat, pemimpin yang hebat dan tentu saja seorang teman yang hebat.

Kejujuran, integritas dan kesederhanaan adalah tiga hal yang engkau janjikan padaku. Hal-hal yang akan selalu kau utamakan.

Sekarang dapat kulihat, cintamu pada ibu, cintamu padaku lebih dari keabadian. Kehadiranmu menjadi lebih berarti bagiku. Engkau selalu menempatkanku di posisi pertama dalam keseharianmu, meskipun engkau sangat sibuk. Untukku semua hal itulah yang dapat kau minta dari seorang ayah.

Satu hal paling berharga yang pernah engkau berikan padaku adalah aku menjadi anakmu”.