Jurus Mas Ganjar Atasi Kekeringan di Jateng

Spread the love

Mas Ganjar memiliki jurus ampuh untuk mengatasi kekeringan di Jawa Tengah. Saat ini, kekeringan di Jawa Tengah telah melanda 253 kecamatan, 1.163 desa, 559.986 KK, dengan jumlah 1.794.092 jiwa.

Meskipun daerah yang kena dampak kekeringan di Jawa Tengah cukup luas, Mas Ganjar sejak awal menjabat pada 2013 lalu telah memutar otak untuk mengatasi bencana musiman tersebut. Karena yang dihadapi adalah perputaran alam, maka manusia hanya bisa menyiasati. Maka dibangunlah waduk untuk penyedia kebutuhan air dan secara teknis dilakukan secara gotong royong.

Menurut Mas Ganjar dua jurus tersebut cukup efektif dalam mengatasi kekeringan di wilayahnya. Saat ini Jawa Tengah memiliki 41 waduk. Untuk pengiriman kebutuhan air di daerah kekeringan, seluruh instansi terkait menurut Mas Ganjar sudah secara otomatis akan terhubung dalam semangat gotong royong.

“Di Jateng begitu ada bencana BPBD, Tagana, PMI, TNI/Polri langsung sinergi. Gotong royong atau tulung-tinulung ini adalah nilai-nilai menarik yang ada di Jateng. Maka ketika kita ngurus kekeringan, saya minta laporan dropping air hampir tiap hari dari BPBD,” katanya, Selasa (14/8).

Dengan persediaan infrastruktur yang memadai serta pasukan pengurus bencana yang sigap, Mas Ganjar berharap keterlibatan warga turut meningkat dengan aktif melaporkan perkembangan bencana, dalam hal ini kekeringan secara rutin.

“Sejak Juli sudah kita siapkan dropping air. Utamanya terkait kebutuhan air bersih maupun pasokan pangan yang menipis, laporkan kepada pihak terkait terdekat, baik kepala desa, camat, bupati/walikota,” katanya.

Selain itu laporan juga bisa disampaikan melalui akun twitter resmi gubernur yakni @ganjarpranowo agar segera ditindaklanjuti. Saat ini telah dipetakan 253 kecamatan dan 1.163 desa sebagai daerah rawan kekeringan.

“PDAM juga harus cepat merespon bantuan air bersih,” katanya.