Jambore Kwarda, Ganjar Terima Curhat Para Guru

Spread the love

BLORA – Kehadiran Gubernur Jateng Ganjar Pranowo dalam Jambore Daerah XV sekaligus Hari Pramuka ke-58 di Bumi Perkemahan Mustik atau bekas lapangan golf Blora, Senin (26/8/2019) malam, menjadi ajang curhat atau keluhan para guru yang juga menjadi peserta kegiatan.

Seperti Trimo, guru Bahasa Jawa yang mengeluhkan berkurangnya pelajaran Bahasa Jawa di sekolah-sekolah.

“Bahasa Jawa sebenarnya sangat penting sebagai budaya yang harus dipertahankan. Tolong Pak Ganjar, pelajaran bahasa Jawa ditambahkan,” kata Trimo.

Tri Wahono, juga mengeluhkan berkurangnya jumlah guru Agama Hindu karena banyak yang memasuki purna tugas, atau pensiun.

“Tolong Pak Ganjar mengusulkan penambahan guru Agama Hindu. Yang pensiun sudah banyak, belum ada penambahan,” ujarnya.

Pertanyaan itu diberikan usai Ganjar memberikan paparan Kursus Orientasi Kepramukaan bagi Majelis Pembimbing Daerah dan pengurus kwartir daerah Jateng 2018-2023. Ganjar memberikan kesempatan kepada peserta untuk bertanya, akan tetapi pertanyaannya justru curhat soal aktivitas mereka. Kendati begitu dia tetap menjawab.

“Saya sedang mengampanyekan jangan menjadikan sekolah sebagai penindas, sekolah harus membebaskan. Bisa nggak ya semua permasalahan menjadi tanggung jawab gubernur. Guru agama kan dibawah kemenag dan bahasa Jawa dibawah Kemendikud dan keduanya jelas beda nasibnya. Biar saya bisa mengatur, bolehkah Kakanwil Kemenag, yang melantik gubernur agar ada pengaturan terencana, tetapi kan tidak bisa,” jelas orang nomor satu di Jateng ini.

Soal bahasa Jawa, pihaknya sudah menambah dengan mewajibkan penggunaan bahasa Jawa setiap Kamis di seluruh instansi. Harapannya, bahasa Jawa tetap lestari dan berkesinambungan hingga tua nanti dan diteruskan kepada generasi.

Kepada para pembina pramuka, Ganjar berpesan agar pramuka selalu memperbaharui diri, seperti yang disampaikan Presiden RI pertama, Ir Sukarno. Pramuka pun harus dipaksa untuk memperbarui diri sesuai dengan dasa dharma. Karena nilai karakter ada di dalamnya.

“Dasa dharma itu kesempurnaan hidup. Tantangan yang ada harus direspon, kepanduan yang kita harapkan, pramuka ya menjadi agen. Pandu itu konsep leadership atau kepemimpinan,” tandasnya.

Kapusdiklatnas Prof Suyatno yang hadir memenuhi undangan Kwarda Jateng mengajak para Mabincab untuk memadupadankan tujuan pramuka dalam membentuk karakter, kebangsaan dan kecakapan hidup.

“Karakter itu nomor satu, pintar nomor dua. Pramuka harus gas pol,” ujarnya.

Dalam sambutannya, Ketua Kwarda Jateng Atikoh Ganjar Pranowo mengatakan, selain memperingati Hari Pramuka ke-58, Jambore Kwarda diisi dengan orientasi pengetahuan, dan wawasan. Sebab, tidak semua dari pramuka saat ini berjenjang, sehingga informasinya tidak terputus, dan sinergi pramuka dapat berjalan, khususnya di Jateng.

“Saya tidak akan menyampaikan panjang-panjang. Karena, kalau ada suami, pidato saya tidak boleh panjang-panjang,” seloroh Atikoh disambut tepuk tangan peserta yang hadir.

Ganjar, didampingi Atikoh, Bupati Blora Joko Nugroho, Wakil Bupati Blora Arief Rohman, dan para kepala SKPD kemudian berkeliling melihat aktivitas peserta di tenda. Mereka juga mengecek MCK dan kecukupan air. (Humas Jateng)


2019-08-27 01:54:29

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *