Hendak Diwawancara, Ganjar Justru Ajak Siswa SMA Ngaji Bareng

Spread the love

SEMARANG – Bermaksud hendak mewawancarai Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Kamis (2/1/2020), dua siswa SMA Unggulan CT Arsa Foundation Sukoharjo, yakni Mina Darmayani dan Fuad Tunnefi, justru diajak mengaji di ruang kerja gubernur. Selama kurang lebih 30 menit, dua siswa itu terlihat khusyuk menyimak pengajian.

Gubernur Ganjar Pranowo mengatakan, dia sengaja mengajak dua siswa tersebut ngaji untuk menumbuhkan jati diri anak, agar memiliki jiwa spiritual yang kuat dalam mengerjakan tugas dan tanggung jawabnya. Apalagi, dalam pengajian itu diulas bahwa manusia harus memiliki rasa takut kepada Sang Pencipta sebagai landasan untuk mengerjakan pekerjaan dan berbuat baik secara istiqomah.

“Tadi sudah diajarkan oleh Pak Ustad agar menjadikan takut kepada Allah sebagai dasar dalam mengerjakan pekerjaan didepan dan berbuat baik yang istiqomah. Kalau secara spiritual itu dapat didalami maka dalam mengerjakan sesuatu pasti amanah. Itu yang saya praktikkan dalam memimpin Jawa Tengah,” kata Ganjar kepada Mina dan Fuad.

Dalam wawancara eksklusif tersebut, Ganjar menjawab beberapa pertanyaan yang berkaitan dengan kehidupan pribadi dan politik. Dimulai dengan hobi Ganjar yang suka berolahraga, membaca, jalan-jalan, dan berorganisasi hingga kehidupan masa kecilnya.

“Saya tidak punya hobi yang spesifik. Olahraga, baca, dolan saya suka. Tidak punya motto hidup juga, pokoknya kerjakan yang baik. Kalau soal kehidupan pribadi sudah banyak yang menulis, tinggal cari saja, di youtube juga ada bahkan ada yang sempat memfilmkan. Intinya, setidak mampu apa pun kita harus selalu berusaha,” jelas Ganjar.

Ganjar juga berbagi mengenai pentingnya berpolitik sejak dini. Menurutnya, di hidup ini tidak ada yang tidak berkaitan dengan politik. Hal itu juga yang dilakukan Ganjar sejak muda dengan aktif berorganisasi.

“Saya suka aktivitas, saya hobi organisasi dan politik. Berorganisasi dan berpolitik itu dapat bertemu dengan orang banyak, bertemu masyarakat. Passion saya di situ. Penting untuk memahami politik dan kejadian di sekitar,” jawab Ganjar.

Maka dari itu, Ganjar berpesan kepada Mina dan Fuad serta seluruh siswa agar terus meningkatkan literasi dengan banyak membaca dan berdiskusi. Sehingga ke depan tidak ada orang yang saling menyalahkan dan menjatuhkan tetapi mencari akar dari setiap permasalahan yang ada untuk menemukan solusi bersama.

“Literasi itu membuka pemikiran kita. Terus yang lebih penting bagi generasi muda adalah jangan sampai kehilangan jati dirinya sebagai orang Indonesia. Banyak cerita dalam pertemuan ini. Jadi belajarlah yang rajin, minta restu orang tua, menghormati guru, serta mencintai bangsa dan negara,” tutup Ganjar.

Mina dan Fuad mengaku sangat senang bisa bertemu dan wawancara langsung dengan Ganjar. Bagi keduanya, Ganjar merupakan sosok inspiratif baik dalam kehidupan pribadi maupun sebagai pemimpin.

“Senang karena sudah dapat kesempatan. Pak Ganjar itu orangnya baik, friendly dan humble. Beliau mengajarkan bahwa untuk maju itu jalannya tidak cuma satu, juga mengajarkan untuk jadi generasi yang cinta dengan bangsanya,” ujar Mina.

Selain mendapat pelajaran berharga dari wawancara dengan Ganjar, dua siswa itu juga mengaku mendapat banyak pelajaran dari ngaji bareng sebelum wawancara. Menurut Mina, dari ngaji bareng tadi ia mendapatkan pelajaran bahwa generasi muda harus takut kepada Sang Pencipta agar dapat mengerjakan sesuatu dengan baik. (Humas Jateng)


2020-01-02 07:50:39

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *