Gila-gilaan Urus SDM, Mas Ganjar Bakal Bangun Laboratorium Pendidikan

Spread the love

SEMARANG – Dunia pendidikan di Jawa Tengah telah siap melakukan perubahan sistem untuk menghadapi revolusi industri 4.0. Dalam realisasinya Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menggandeng Persatuan Guru Republik Indonesia bakal membangun laboratorium pendidikan.

Pada periode kepemimpinan kedua ini Ganjar yang berpasangan dengan Taj Yasin Maimoen menggencarkan program pembangunan sumber daya manusia dengan sektor pendidikan sebagai fokusnya. Hal tersebut menurut Ganjar sejalan dengan program yang diusung Presiden Jokowi saat ini, maka digandengkan Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Jawa Tengah.

“Saya minta PGRI Jawa Tengah bekerja sama dengan Dinas Pendidikan Jawa Tengah untuk menyiapkan perubahan yang revolutif menghadapi revolusi industri 4.0.Saya ingin gila-gilaan mengurus pendidikan. Makin hari makin bisa kita perbaiki kondisi pendidikan kita. Kita dorong SDM kita terus berkembang,” kata Ganjar.

Hal tersebut Ganjar sampaikan pada puncak peringatan HUT PGRI ke 73 dan Perayaan Hari Guru Nasional tingkat Jawa Tengah yang diselenggarakan di Balairung Universitas PGRI Semarang, Sabtu (8/12). Selain Ganjar, hadir sekitar 1000 guru dari seluruh Jawa Tengah. Hadir pula Ketua Umum PB PGRI Unifah Rosyidi, Ketua PGRI Jateng Widadi.

“Maka kurikulum mesti dibicarakan, cara mengajar harus lebih menarik, fasilitas harus ada. Tugas kita sekarang ayo sekarang konsentrasi yuk. Kalau tadi PGRI Jawa Tengah menyelenggarakan lomba-lomba menulis inovasi kreasi mengajar dalam acara guru menulis sekarang sudah jadi buku,” katanya.

Buku kumpulan inovasi pembelajaran dari guru-guru di Jawa Tengah itulah, kata Ganjar jadi modal awal merevolusi sistem pendidikan yang lebih menyenangkan. Selain juga bakal menjadi harta bagi dunia pendidikan sebagai literatur inspiratif. Berbekal buku itu menurut Ganjar bakal bisa dirumuskan satu sistem perbaikan pendidikan.

“Saya istilahkan merevolusi sistem pendidikan. Selain itu akan ada semacam laboratorium yang akan kita bangun pusat pendidikan dan pelatihan yang akan kita bangun. Nanti kita carikan yang dibutuhkan fasilitasnya apa, mereka kawan-kawan guru ini sudah punya metodenya,” katanya.

Yang di Jakarta kemarin, kata Ganjar, sudah ada metode pembelajaran dengan melakukan video conference dengan banyak negara di Eropa. Gurunya ngomong muridnya juga ikut belajar termasuk robotik yang dibuat di sana.

“Ini cara yang sangat menarik, saya ingin di Jawa Tengah dibuat itu,” katanya.

Saat ini, kata Ganjar kemakmuran guru semakin ditingkatkan oleh negara dengan ditandatanganinya Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 49 Tahun 2018 tentang Manajemen Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) oleh Presiden Joko Widodo sebagai kado istimewa pada peringatan Hari Guru Nasional di Bogor beberapa waktu lalu.

“Guru-guru kemarin sudah diberikan satu fasilitas yang lebih baik khususnya yang punya problem dengan status honorer. Presiden sudah mengeluarkan PPPK mestinya mereka lebih tenang hari ini sehingga pendapatannya jauh lebih baik,” katanya.

Sementara itu Ketua PGRI Jawa Tengah Widadi mengatakan guru-guru di Jawa Tengah saat gencar melakukan inovasi dengan segala stimulan yang diciptakan pihaknya. Menurut dia, inovasi merupakan hal mutlak yang harus dilakukan guru terlebih untuk menyiapkan generasi yang siap menjajaki masa revolusi industri 4.0.

“Bergama lomba, loka karya serta pelatihan terus kita lakukan. Dan hal itu akan semakin luar biasa dengan laboratorium pendidikan Jawa Tengah yang akan disiapkan pak Ganjar tadi,” katanya.