Ganjar Teringat Wasiat Ibunda Sebelum Lahirkan Peraturan Ini

Spread the love
Ide melahirkan Perda pencegahan tindak korupsi di Jawa Tengah dilontarkan Ganjar Pranowo saat berbincang dengan Ketua KPK Agus Rahardjo di sela-sela workshop pembangunan budaya integritas di gedung KPK Jakarta, Selasa (31/10).
Bukan tanpa alasan suami dari Siti Atiqoh melontarkan ide tersebut. Selain maraknya OTT KPK pada pimpinan daerah, salah satunya mantan Bupati Klaten, ternyata ada yang terus terngiang di benak Ganjar soal pencegahan korupsi, yakni wasiat ibundanya, Sri Suparni.
“Kerjo ora gampang. Jangan mikir ingin cepat sugih (kaya). Hati-hati,” demikian pesan Suparni yang ditirukan Ganjar. Sri Suparni telah dipanggil Yang Maha Kuasa pada usia 76, Sabtu (28/3/2015).
Sebagaimana ibu-ibu lain ketika berpesan pada anaknya yang memikul tanggung jawab, Suparni mewanti-wanti anaknya untuk terus menjaga asa dan kepercayaan masyarakat. Caranya? Dengan hati-hati ketika merumuskan sebuah kebijakan, harus bijaksana.
Pesan agar jangan mikir ingin cepat kaya itulah yang membuat Ganjar memperkokoh integritasnya, sampai akhirnya muncul ide melahirkan Perda pencegahan korupsi. Bahkan Ketua KPK, Agus Rahardjo
memuji bahwa sistem pencegahan korupsi di Jateng yang digagas Ganjar dipandang paling bagus dibanding pemerintah daerah lain. Namun, sistem itu perlu dilembagakan untuk menjamin keberlangsungan di masa yang akan datang.
Dalam Perda tersebut, akan dimasukkan beberapa poin penting. Di antaranya kewajiban Laporan Harta Kekayaan Pejabatan Negara (LHKPN), ketentuan pengelolaan gratifikasi, dan pembentukan komite
integritas. Selain itu penting juga memasukkan perbaikan sistem di sektoral terutama pengelolaan keuangan daerah agar transparan dan akuntabel.
“Juga bagaimana pelayanan publik yang mudah, murah, dan cepat,” tegas Ganjar.
Saat ini Pemprov sudah berkoordinasi dengan DPRD Jateng untuk memasuk­kan rancangan Perda ke program legislasi daerah (Prolegda) 2018.